Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

WAKASAD HADIRI PEMBEKALAN CAPAJA AKADEMI TNI DAN AKPOL 2020

JAKARTA, “tabloidnusantara.com” –  Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Moch. Fachrudin, menghadiri acara pembekalan Calon Perwira Remaja Capaja TNI-Polri oleh Presiden RI Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto serta Kapolri Jenderal Polisi  Idham Aziz. Acara pembekalan digelar di Gedung Bhineka Eka Bhakti, Mako Akademi TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


JAKARTA, “tabloidnusantara.com” –  Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Moch. Fachrudin, menghadiri acara pembekalan Calon Perwira Remaja Capaja TNI-Polri oleh Presiden RI Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto serta Kapolri Jenderal Polisi  Idham Aziz. Acara pembekalan digelar di Gedung Bhineka Eka Bhakti, Mako Akademi TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Kadispenad mengatakan bahwa 457 Capaja TNI dan 293 Capaja Polri menerima pembekalan yang diberikan oleh Kapolri, dilanjutkan pembekalan oleh Panglima TNI, dan terakhir, pembekalan inti dari Presiden RI, Joko Widodo. Pembekalan dari Presiden diberikan secara virtual dari Istana Negara. 

BACA JUGA : POLDA PAPUA SIAPKAN 2.577 PERSONIL GABUNGAN AMANKAN PILKADA SERENTAK 2020                    


“Rangkaian
Praspa TNI – POLRI salah satunya pembekalan yang dilaksanakan dalam rangka
memberikan bekal bagi Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI dan Akademi
Kepolisian, guna memberikan wawasan pemikiran dalam menghadapi dinamika
pengabdian kepada bangsa dan negara di era milenium. Pembekalan ini
dilaksanakan menjelang pelantikan Capaja TNI-POLRI yang rencananya akan
dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2020 melalui video conference di Istana
Negara dengan menghadirkan peraih Adhi Makayasa dan perwakilan penyumpahan,”
jelas Nefra.

Lebih
lanjut, Nefra mengurai inti pembekalan dari Kapolri, yaitu seputar sinergitas
TNI-Polri, yang diharapkan selalu mengkristal dalam pemikiran, perilaku dan
tindakan, sebagai modal dasar dalam pengabdian setelah Prasetya Perwira
(Praspa).

“Kita
sebagai garda terdepan dan pilar utama dalam menjaga NKRI, dalam meniti karier
harus menuju proses. Yang pertama, harus bertanggung jawab kepada diri sendiri,
institusi dan kepada Tuhan. Yang kedua, selalu disiplin dan kerja keras. Yang
ketiga, harus punya komitmen dan integritas sebagai modal dasar perwira,” ujar
Nefra mengutip pesan dari Kapolri kepada Capaja.

Sedangkan
inti pembekalan dari Panglima TNI adalah mengenai bagaimana menjadi pemimpin
yang sigap dan melek teknologi. Dikatakan Hadi bahwa dalam pendidikan di
Akademi Capaja sudah diberikan bekal bagaimana menjadi pemimpin, materi
disiplin untuk diri pribadi maupun kedinasan. Hadi juga mengatakan bahwa
Perwira adalah pemimpin yang jika dihadapkan pada keadaan genting dalam situasi
apapun, harus bisa membuat keputusan dengan cepat dan tepat.

“Oleh
karena itu, jangan berhenti berfikir. Karena generasi Milenial harus mampu
menguasai teknologi. Domain perang modern adalah cyber dan internet of things.
Sedangkan ancaman yang sedang dihadapi saat ini adalah ancaman biologi yaitu
Covid-19 yang merusak tatanan kehidupan dunia dan ekonomi dunia,” pesan Hadi.

Tak
lupa Hadi juga menitipkan empat pesannya kepada Capaja. Yang pertama, agar para
Capaja membulatkan tekad untuk memberikan yang terbaik terhadap bangsa dan
negara. Yang kedua agar para Capaja TNI senantiasa memelihara idealisme TNI
sebagai motivasi dalam mengemban tugas dan loyalitas yang lurus. Ketiga, agar
Capaja menjaga soliditas dan sinergitas TNI-Polri, serta komponen bangsa, dalam
menghadapi ancaman dan tantangan bangsa. Serta keempat, Capaja diharapkan mampu
mengembangkan potensi diri dan adaptasi di lingkungan tugasnya nanti.

“Selanjutnya,
tunjukkan prestasi sebagai perwira muda yang tangguh dan disiplin. Terakhir,
ingat untuk mencapai cita-cita, harus diperoleh dengan perjuangan dan
pengorbanan,” tandas Hadi.

Sementara dalam pembekalan puncak oleh Presiden RI, Joko Widodo menyoroti tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia belakangan ini. Mulai dari teknologi militer yang kian canggih, persenjataan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) serta tantangan cyber. Untuk menghadapi itu semua, presiden berpesan agar para Capaja Akademi TNI dan Polri 2020 dapat terus konsisten berpegang teguh pada ideologi negara.

“Para calon Perwira TNI dan Polri, saya ingatkan, saudara-saudara harus konsisten pada ideologi negara, Pancasila, NKRI, memiliki jiwa kesatria dan optimis pada kemajuan bangsa,” ujar Joko Widodo.

BACA JUGA : BERSAMA REKAN JURNALIS, DANDIM 1709/YAWA KUNJUNGI LOKASI TMMD DI KAMPUNG NATABUI

Tak
lupa, Presiden juga berpesan agar para Capaja dapat merawat semangat persatuan
dan kesatuan, serta memberikan pelayanan terbaik terhadap rakyat.

“TNI
dan Polri harus selalu bersatu dalam menghadapi ancaman dan tantangan bangsa ke
depan. Jangan lupa terhadap dukungan dan doa dari orang tua saudara-saudara
semua. Beliau telah membesarkan dengan penuh kasih sayang dan bekerja keras
untuk menjadikan saudara menjadi perwira,” lanjut Jokowi memotivasi para Capaja
TNI-Polri.

Usai
pembekalan Presiden, Panglima TNI menyampaikan dalam konferensi pers, bahwa
pelantikan resmi akan dilaksanakan tanggal 14 Juli 2020 nanti di Istana negara.
Pelaksanaannya akan dilakukan secara daring, hanya penerima penghargaan Adhi
Makayasa dan perwakilan Perwira yang akan disumpah saja yang akan hadir.
Sementara sisanya mengikuti acara secara virtual.

Menanggapi
pertanyaan wartawan tentang harapan ke depan, Panglima TNI menyampaikan bahwa
para Capaja harus mampu menguasai pengetahuan dan teknologi, karena ancaman era
modern adalah cyber, biologi dan kesenjangan. Menurutnya, palagan peperangan
modern adalah yang ada di genggaman kita sendiri. Di akhir tanya jawabnya
dengan wartawan, Hadi mengatakan bahwa para Perwira Muda ini nantinya tidak
langsung tugas, melainkan melaksanakan pendidikan spesialisasi dahulu, sebelum
benar-benar terjun dalam kedinasan.