JAKARTA, “tabloidnusantara.com” – Achmad Yurianto sebagai juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 memberikan informasi terkini seputar perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Dalam penyampaiannya sesuai data yang dihimpun per tanggal 21 Maret 2020 terjadi penambahan kasus positif sebanyak 81 orang.
BACA JUGA : JUMAT 20 MARET 2020 PASIEN POSITIF CORONA BERTAMBAH 60 ORANG
“Ada
penambahan kasus baru sebanyak 81 orang sehingga total kasus 450 orang,” kata
Yuri.Penambahan
kasus positif corona antara lain berada di DKI Jakarta menjadi
267orang, Jawa Barat menjadi 55 orang, Banten menjadi 43 orang, Jawa Timur menjadi
26 orang, Jawa Tengah menjadi 14 orang, Kalimantan Timur menjadi 9 orang.
Kemudian di DI Yogyakarta menjadi 5 orang, Kepulauan Riau 4 orang, Bali 3 orang
Sulawesi Tenggara 3 orang, Sulawesi Selatan 2 orang, Sulawesi Utara 2 orang,
Kalimantan Barat 2 orang, Kalimantan Tengah 2 orang, Sumatera Utara 2 orang,
Sulawesi Selatan 2 orang, Riau 1 orang, dan Lampung 1 orang.
Sementara
itu untuk kasus positif yang dinyatakan sembuh dan diperbolahkan pulang setelah
dua kali pemeriksaan laboratorium hasilnya negatif dan tidak ada lagi gejala
klinis bertambah menjadi 4 orang sehingga total kasus sembuh 20 orang. Sedangkan
untuk pasien yang meninggal bertambah 6 orang sehingga totalnya adalah 38
orang.
”Seluruh
data ini sudah kami berikan kepada semua Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan
Kepala Dinas Provinsi juga sudah memberikan ke RS dimana pasien ini dirawat dan
diberikan ke Dinas Kabupaten/Kota untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan
tracing untuk melacak penularan-penularan yang mungkin terjadi dari kasus yang
kita rawat,” tambahnya.
Dalam penjelasannya Yuri juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak perlu panik berlebihan, meskipun jumlah pasien positif meningkat. “Yang terpenting, masyarakat dapat berpartisipasi penuh untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan membatasi aktivitas diluar rumah,” jelasnya
”Sekali
lagi tetap tenang, sekali lagi tetap kita komitmen untuk menjaga jarak tidak
terlalu dekat dalam kontak sosial dan kita hindari pertemuan, kerumunan yang
sangat memungkinkan terjadinya penularan diantara penderita dengan orang yang
sehat,” harap Yuri.
”Kami menyadari betul bahwa kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini bisa dilaksanakan manakala partisipasi masyarakat bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Sumber berita kemkes.go.id