JAKARTA, “tabloidnusantara.com”.
– Data terbaru pada hari Rabu (22/4) menunjukkan total angka pasien positif telah
mencapai 7.418 pasien, terjadi penambahan sejumlah 283 orang yang terkonfirmasi
dalam 24 jam terakhir. Jumlah pasien yang sembuh saat ini totalnya sudah 913
orang, setelah ada penambahan 71 orang yang dinyatakan sembuh. Sedangkan total
kematian akibat penyakit Covid-19 saat ini tercatat sebanyak 635 jiwa. Terdapat
19 kasus kematian baru terhitung mulai hari Selasa (21/4) pukul 12.00 WIB
sampai dengan Rabu (22/4) pukul 12.00.
DKI Jakarta masih tercatat sebagai
wilayah dengan jumlah kasus positif terbanyak yaitu 3.383 orang, sembuh 322 orang
dan meninggal 301 orang. Untuk Jawa Barat dengan 762 kasus positif, sembuh 79
orang dan meninggal 71 orang. Sementara untuk Jawa Timur terkonfirmasi 638
kasus positif, 101 orang sembuh dan 58 orang meninggal.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19,
Achmad Yurianto menyampaikan bahwa sekarang terdapat 38 laboratorium yang mampu
beroperasi penuh untuk pemeriksaan diagnosa kasus Covid-19. “Jumlah ini akan
terus bertambah lagi ketika reagen untuk tes PCR dari luar negeri sudah tiba di
Indonesia,” kata Yurianto dalam konferensi pers di gedung BNPB, Rabu (22/4)
sore.
Sementara itu, sejumlah 55.732 spesimen sudah
diperiksa di laboratorium dengan metode PCR. Jumlah kasus yang sampai sekarang
telah diperiksa dengan tes PCR sebanyak 47.361 orang. Dari pemeriksaan yang
dilakukan terdata jumlah akumulasi ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak
193.571orang dan sebagian besar pemantauan ke ODP ini sudah selesai. “Jumlah PDP
(Pasien Dalam Pengawasan) berjumlah 17.754 orang yang saat ini dirawat dan
menunggu hasil konfirmasi dari laboratorium,” kata Yurianto.
Achmad Yurianto tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk terus disiplin mencegah penularan virus corona, termasuk dengan tidak mudik pada masa menjelang lebaran saat ini. Pihaknya juga mengingatkan tentang keberhasilan membendung penularan Covid-19 akan menentukan kemampuan rumah sakit di Indonesia dalam menangani pasien yang terinfeksi virus corona. “Semakin banyak pasien yang dirawat, akan semakin berat beban untuk menurunkan jumlah orang yang sakit dan meninggal karena Covid-19,” ujar dia.
Sumber Berita : tirto.id dan Kompas TV