Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

TNI SELAMATKAN ORANG TUA YANG SUDAH SEMINGGU HILANG

PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Siswa-siswa Dikjurtaif yang sedang melaksanakan praktek latihan luar disekitar tower pemancar TVRI Ifar Gunung Kompleks menemukan satu orang warga asal Kabupaten Pegunungan Bintang yang sudah satu minggu dinyatakan hilang oleh pihak keluarga, pada Selasa (19/05/2020)

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Siswa-siswa Dikjurtaif yang
sedang melaksanakan praktek latihan luar disekitar tower pemancar TVRI Ifar
Gunung Kompleks menemukan satu orang warga asal Kabupaten Pegunungan Bintang
yang sudah satu minggu dinyatakan hilang oleh pihak keluarga, pada Selasa
(19/05/2020)

Saat dikonfirmasi Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto membenarkan bahwa penemuan tersebut bermula ketika siswa Dikjurtaif sedang melaksanakan praktek diluar Mako Rindam XVII/Cenderawasih.

BACA JUGA : PERINGATI HUT KODAM CENDERAWASIH, KOREM 172/PWY GELAR BAKSOS KE PARA PAHLAWAN PAPUA DAN ASRAMA MAHASISWA

Setelah menerima teori praktis
dari pelatih, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melaksanakan
latihan, saat latihan sedang berlangsung siswa Epitus Malo Nosis 704 klas C
Dikjurtaif melihat tubuh manusia terbaring ditanah diantara rerumputan dan
semak dibawah pohon.

Untuk meyakinkan apa yang
dilihatnya siswa Efetus Malo meletakkan ranselnya dan bergegas menuju posisi
dimana tempat tersebut,”kata Kapendam

Setibanya ditempat yang dituju,
siswa Efetus Malo menemukan orang tua berjenis kelamin laki-laki yang terbaring
ditanah. Kemudian siswa Efetus Malo memeriksa secara fisik apakah sosok
laki-laki tersebut masih hidup atau tidak dengan melihat pergerakan naik
turunnya rongga dada, mendengarkan detak jantung, mengecek nafas yang keluar
dari hidung serta meraba nadi ditangan sesuai ilmu yang pernah didapat selama
pendidikan di Rindam XVII/Cenderawasih.

Setelah yakin bahwa orang tua itu
masih hidup, siswa Efetus Malo memanggil dengan menepuk tangan orang tua sampai
terbangun,”tambah Kapendam.

Saat Orang tua tersebut terbangun
dan langsung berkata “telepe” (yang artinya selamat sore/bahasa
ketengban suku pegunungan bintang) yang diucapkan dengan sangat pelan, kemudian
orang tua itu berkata “jendepman” (saya lapar).

Mendengar ucapan tersebut siswa Efetus Malo yang sama-sama warga asli Kabupaten Pegunungan Bintang bergegas menuju tempat Lettu Inf Juhari selaku Gumil/Pelatih untuk menyampaikan penemuan dan keluhan dari orang tua tersebut.

Prajurit siswa TNI AD Rindam XVII/Cenderawasih saat menemukan seorang kakek di hutan sudah satu minggu hilang atau terpisah dengan keluarganya

Tidak butuh waktu lama Pelatih
bersama Siswa Efetus Malo bergegas menuju lokasi orang tua itu dan memberikan
minum serta membantu menyuapi makanan kepada orang tua tersebut.

Lebih lanjut setelah melihat
kondisi orang tua tersebut yang masih kurang baik Lettu Inf Juhari menghubungi
piket Rindam untuk mengevakuasi menuju ke KSA.

Sesampainya di KSA, petugas
kesehatan Serma Ahmad Taufik langsung mengecek kondisi kesehatannya, dan
memberikan obat untuk memulihkan kondisi bapak tersebut serta menanyakan asal
usulnya.

Setelah menerima keterangan dari bapak tersebut pihak Rindam langsung menghubungi anak dari bapak tersebut yang bernama Nanas Mitne dan Kosmas Mitne yang tinggal di Asrama Okbab Toladan, Sentani.

BACA JUGA : AHLI WARIS DUA PAHLAWAN KESEHATAN TNI AD TERIMA SANTUNAN ASABRI

Mendengar orang tua nya sudah
ketemu bapak Nanas Mitne langsung menuju Rindam untuk menjemput nya dan
menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya karena sudah menemukan
bapak saya yang sudah hilang selama satu minggu.

“Terima kasih bapak TNI yang
sudah menemukan serta merawat bapak saya yang sudah hilang selama satu minggu
ini,”ucapnya.

Laki-laki tua yang dalam kondisi
lemah tersebut bernama Wem Mitne (80 th), tinggal di Kampung Maksum distrik
Okbab Kabupaten Pegunungan Bintang, tetapi untuk saat ini tinggal bersama
keluarga di asrama Okbab Toladan Sentani.