NDUGA, “tabloidnusantara.com” – Bupati Kabupaten Nduga yang mewakili keluarga dan masyarakat Kabupaten Nduga menggelar pertemuan dengan perwakilan Satgas Yonif PR 330, kodim dan polsek Kenyam, untuk meluruskan berita tidak benar yang sudah beredar dilingkungan masyarakat, terkait tertembaknya anggota KKB di wilayah Kabupaten Nduga.
Kapen Kogabwilhan
Kolonel Czi Gusti Nyoman menjelaskan bahwa pertemuan yang langsung dihadiri
Dansektor Baliem Kolonel Inf Yusup dan Lettu Inf Azlan selaku Danki C Satgas
Yonif PR 330 untuk menjelaskan kronologi kejadian serta menunjukkan barang
bukti, bahwa korban yang tertembak tersebut merupakan anggota KSB di wilayah
Kabupaten Nduga dan bukan masyarakat sipil.
Dimana berdasarkan informasi yang kami terima, telah beredar berita dari Media Online maupun Media Sosial yang menyebutkan bahwa TNI telah menembak dua warga sipil di wilayah Kabupaten Nduga.
Dari keterangan Danki C,
menerangkan bahwa tewasnya dua anggota KKSB tersebut pada Sabtu (18/7/20) sekitar
pukul 15.00 WIT. “Telah dilakukan pengintaian oleh Tim Satgas Pamtas terhadap 2
orang KKSB kelompok Egianus Kogoya di Kenyam. ”Ucapnya.
Pengintaian tersebut
dilakukan dengan menggunakan teropong senjata SPR 1 AW, terlihat sedang
melaksanakan transaksi penyerahan senjata jenis pistol, setelah itu kedua
anggota KKSB tersebut bergabung dengan sekelompok masyarakat yang akan
menyeberang sungai dari arah Tawelma menuju ke arah Quari atas kampung Genit,
kemudian menyeberang bersamaan dengan masyarakat. “Setelah menyeberangi sungai
masyarakat langsung dijemput oleh mobil pick up menuju Kenyam, tetapi kedua
orang KKSB tersebut tidak ikut naik mobil pick up. “Terangnya.
Pemantauan Tim terus
dilakukan terhadap keduanya hingga diambil tindakan dengan melakukan penembakan
yang berakhir keduanya meninggal dunia, dan didapatkan barang bukti dari
keduanya yakni pistol jenis Revolver nomor senjata S 896209 satu pucuk,
handphone milik prajurit yang sempat dirampas pelaku sebulan yang lalu, dua
buah tas, parang, kampak dan uang tunai Rp 9.520.000. ” jelasnya.
Setelah menerima penjelasan
dan hasil barang bukti dari perwakilan Satgas Yonif PR 330 mengenai korban
penembakan merupakan bagian dari kelompok KSB, Bupati akan menjelaskan kepada
masyarakat bahwa korban tersebut memang benar-benar bagian kelompok KSB.
“Saya selaku Bupati
yang mewakili masyarakat Kabupaten Nduga akan menjelaskan kepada masyarakat
maupun keluarga korban bahwa yang tertembak itu merupakan bagian dari KSB dan
bukan warga sipil yang tidak bersalah. ”ucap Bupati.
Dan saya mewakili
masyarakat juga meminta maaf terhadap Bapak-bapak TNI yang bertugas di sini,
terkait isu dan berita tidak benar yang berkembang dilingkungan masyarakat
serta tuduhan bahwa TNI sudah menembak masyarakat yang tidak bersalah. ”tambah
Bupati.
Nanti saya akan
berbicara dengan masyarakat serta meluruskan berita yang tidak benar agar
masyarakat tidak terpancing serta menuduh TNI melakukan penembakan terhadap
warga sipil tidak bersalah. ”pungkas Bupati.