Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

“TEROR”, KKSB OPM TEMBAK DAN MUTILASI WARGA ASLI PAPUA DI INTAN JAYA

PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Ketika masyarakat Papua dihadapkan oleh musibah virus Covid-19. KKSB atau OPM dengan kejinya membunuh petugas kemanusian yang berasal dari Papua atas nama Ale Melik Bogau, Kepala Puskesmas Kampung Wandai dan Heniko Somau, pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya dianiaya KKSB saat membawa obat-obatan untuk warga.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Ketika masyarakat Papua dihadapkan oleh musibah virus Covid-19. KKSB atau OPM dengan kejinya membunuh petugas kemanusian yang berasal dari Papua atas nama Ale Melik Bogau, Kepala Puskesmas Kampung Wandai dan Heniko Somau, pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya dianiaya KKSB saat membawa obat-obatan untuk warga.

BACA JUGA : TIM KESEHATAN PEDALAMAN PAPUA TIDAK LUPUT DARI TEROR KSB

Selang 1 minggu kemudian kini KKSB OPM menebar teror Kembali
dengan menembak dan memutilasi petani kebun yang merupakan warga asli Papua,
korban bernama Yunus Sani (40 tahun) pada Jumat tanggal 29 Mei 2020, di Kampung
Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

Keterangan tersebut didapatkan dari Bapak Niko Wakey seorang
Pastur Gereja Mbegulo.

Dimana Kejadian Bermula Ketika Bapak Niko Wakey sedang
mengantar anaknya dari Enarotali, saat kembali ke Kampung Mbegulo ditengah
perjalanan di Kampung Megataga, Distrik Wandai terdengar bunyi tembakan kurang
lebih sebanyak 8 kali.

Setelah bunyi tembakan reda bapak Niko Wakey melihat KKSB
atau OPM turun dari Kampung Magataga dan akan menghampiri dirinya.

Saat menghampiri saya KKSB atau OPM tersebut menyampaikan bahwa telah membunuh korban Yunus Sani.


BACA JUGA : “TEROR KSB” WARGA SIPIL MEJADI KORBAN DI TEMBAGAPURA

Selanjutnya setelah KKSB atau OPM pergi, Bapak Niko Wakey
menghampiri korban Yunus Sani (40 tahun) yang telah di bungkus dengan karung
oleh KKSB atau OPM.

Mendengar informasi tersebut Kapendam XVII/Cenderawasih mengatakan
bahwa KKSB OPM seakan menebar virus menyabut nyawa para warga asli Papua yang
berada di bumi Papua, ini sangat biadab, tidak benar. Apapun alasan mereka,
tidak dibenarkan tindakan penembakan dan mutilasi warga sipil di
Papua,”kata kapendam