Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

TAMPAKNYA RUPIAH AKAN MELEMAH LAGI HARI INI

Hal itu terindikasi dari pergerakan kurs rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) yang diperdagangkan di luar negeri. Pada pasar NDF kurs rupiah pada sebagian besar periode pagi hari ini terpantau melemah dibanding posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu (10/5/2019), meskipun tipis.

Bagikan berita:


Jakarta,- Tampaknya rupiah akan melemah lagi terhadap dolar
Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (13/5/2019) ini.

Hal itu terindikasi dari pergerakan kurs rupiah di pasar
Non-Deliverable Forwards (NDF) yang diperdagangkan di luar negeri. Pada pasar
NDF kurs rupiah pada sebagian besar periode pagi hari ini terpantau melemah
dibanding posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu (10/5/2019), meskipun
tipis.

Sebagai informasi, pergerakan kurs rupiah di pasar spot,
biasanya akan searah dengan pasar NDF. Hanya ada sedikit kasus dimana rupiah
dapat melawan arah NDF. Namun bukan berarti mustahil.

Periode            Kurs
10 Mei 2019 15:58 WIB  Kurs 13 Mei 2019
07:04 WIB

1 Pekan           Rp
14.371       Rp 14.375

1 Bulan            Rp
14.456       Rp 14.505

2 Bulan            Rp
14.536       Rp 14.560

3 Bulan            Rp
14.610,8    Rp 14.645

6 Bulan            Rp
14.821       Rp 14.845

9 Bulan            Rp
15.016       Rp 14.980

1 Tahun           Rp
15.215,8    Rp 15.230

2 Tahun           Rp
15.977,6    Rp 15.982,7

 Sumber: Refinitv

Babak baru perang dagang Amerika Serikat (AS)-China yang
sudah dimulai memang akan membebani mata uang negara-negara berkembang,
termasuk Indonesia.

Setelah pada hari Jumat (10/3/2019), AS secara resmi
menaikkan bea impor produk-produk China menjadi 25% (dari yang semula (10%),
Presiden AS, Donald Trump memang menyebut negosiasi dengan China masih akan
berlanjut di masa depan.

Namun Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin menyebut bahwa
hingga saat ini tidak ada agenda negosiasi dagang dengan China yang dijadwalkan.

Alhasil gairah investor untuk masuk ke pasar-pasar negara
berkembang diduga masih akan lesu. Membuat rupiah akan kekurangan pasokan valas
dan sulit melawan tekanan dolar AS.