Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

SECARA VIRTUAL, PANGDAM XVII/CENDERAWASIH IKUTI UPACARA PERINGATAN HUT KE -75 TNI.

JAYAPURA, ‘tabloidnusantara.com” – Bertempat di Ruang Bina Yudha Makodam XVII/Cenderawasih, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab bersama Pejabat Forkopimda Prov. Papua dan undangan lainnya mengikuti Upacara HUT ke-75 TNI secara virtual dari Istana Negara dengan Inspektur Upacara Presiden RI Joko Widodo, pada Senin (05/10).

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

JAYAPURA,
‘tabloidnusantara.com” – Bertempat di Ruang Bina Yudha Makodam
XVII/Cenderawasih, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab bersama
Pejabat Forkopimda Prov. Papua dan undangan lainnya mengikuti Upacara HUT ke-75
TNI secara virtual dari Istana Negara dengan Inspektur Upacara Presiden RI Joko
Widodo, pada Senin (05/10).

Dalam amanat yang dibacakan langsung oleh Presiden RI Ir. H Joko Widodo mengatakan bahwa atas nama rakyat, bangsa dan negara, saya selaku Presiden RI menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia yang ke-75. Hari Ulang Tahun TNI ini bukan hanya dirayakan oleh anggota dan keluarga besar TNI di manapun berada, tetapi juga oleh segenap rakyat Indonesia.

BACA JUGA : SAMBUT HUT KE-75 TNI, ZIARAH TMP KESUMA TRIKORA

Perjalanan
panjang TNI sejak perjuangan kemerdekaan hingga kini menunjukkan bahwa TNI
adalah penjaga utama kedaulatan negara. Menjaga keutuhan wilayah NKRI yang
berdasarkan Pancasila &  UUD 1945.
Serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman
dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Dalam
sejarah panjang TNI, kontribusi TNI untuk bangsa dan negara bukan hanya melalui
Operasi Militer untuk Perang atau OMP. Tetapi juga melalui Operasi Militer
Selain Perang atau OMSP.

Melalui
OMSP, TNI dengan sigap membantu rakyat yang sedang menghadapi bencana alam,
termasuk dalam menghadapi pandemi Covid-19 sekarang ini. Oleh karena itu, atas
nama rakyat Indonesia, Presiden menyampaikan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada keluarga besar dan institusi TNI.

Selanjutnya
Presiden Jokowi juga menambahkan, sebagai Panglima Tertinggi Tentara Nasional
Indonesia, menaruh harapan besar dan selalu mendukung transformasi penguatan
TNI.

Presiden
sering katakan di berbagai kesempatan, bahwa dunia berubah dengan sangat cepat,
dunia bergerak dengan sangat dinamis.

Transformasi organisasi TNI harus terus dilakukan sesuai dengan dinamika lingkungan strategis, dinamika ancaman, dan perkembangan teknologi militer.

BACA JUGA : PERAN TNI DALAM MEMBANTU MASYARAKAT UNTUK MEMBERSIHKAN KAMPUNG KIRELI

Sejak
awal reformasi, telah banyak transformasi organisasi TNI yang telah dilakukan
untuk memastikan agar, TNI mendukung secara tepat dengan kebutuhan konsolidasi
demokrasi, TNI bisa adaptif dengan perkembangan ancaman paska Perang Dingin,
terutama terhadap ancaman-ancanan non konvensional dan ancaman trans nasional
serta TNI mampu mengadopsi perkembangan teknologi militer terkini berbasis
teknologi informasi, teknologi nano, dan teknologi automatisasi.

Lebih
lanjut dalam 5 tahun terakhir, TNI telah banyak melakukan transformasi organisasi
secara signifikan dengan melakukan pembentukan satuan-satuan organisasi baru,
seperti Divisi 3 Kostrad, Komando Operasi 3 Angkatan Udara, Armada 3 Angkatan
Laut, Pasukan Marinir 3, 3 Komando Gabungan Wilayah Pertahanan, dan skuadron
drone Angkatan Udara serta Satuan Siber TNI.

Menurut
Presiden Jokowi, “pembentukan satuan-satuan organisasi baru ini, merupakan
bentuk komitmen pemerintah untuk terus melakukan transformasi organisasi TNI
agar TNI semakin kokoh dalam menjalankan perannya,”

Kita
juga harus siap mengantisipasi karakter baru dalam pertempuran masa depan,
seperti pertempuran yang mempunyai daya hancur lebih besar atau high level of
destruction, pertempuran yang berjalan lebih singkat dalam menentukan pemenang
atau decisive battle, pertempuran hibrida yang menggabungkan berbagai taktik
sekaligus, baik taktik konvensional dengan non konvensional, serta taktik
lintas dimensi, baik sosial, politik maupun ekonomi.

Untuk
menguasai pertempuran tersebut, kita harus bersungguh-sungguh untuk mengubah
kebijakan kita. Dari kebijakan belanja pertahanan, menjadi kebijakan investasi
pertahanan, sehingga TNI akan mampu menjadi kekuatan perang modern yang
mengikuti perkembangan teknologi termaju.