Jakarta – Setelah sukses menembus peringkat keempat pada Asian Games 2018, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sepakat dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak lagi menjadikan ajang SEA Games 2019 sebagai sasaran utama. Ke depan, Indonesia akan lebih memprioritaskan membidik prestasi di ajang Asian Games dan Olimpiade.
“KOI sepakat dengan Kemenpora dengan tidak lagi
menjadikan SEA Games sebagai sasaran utama. Sebab, SEA Games itu lebih banyak
mempertandingkan cabang olahraga yang menguntungkan tuan rumah penyelenggara
pesta olahraga dua tahunan negara Asia Tenggara tersebut. Yang menjadi
prioritas Asian Games dan Olimpiade yang lebih bergengsi dimana persaingan
cukup ketat,” kata Komisi Sport Development KOI, Harry Warganegara yang
ditemui saat menerima kunjungan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di
Lantai 19 Gedung FX Senayan Jakarta, pekan lalu.
Khusus untuk SEA Games 2019, kata Harry, KOI telah membentuk
Tim Verifikasi yang akan bersama-sama Kemenpora dan induk-induk organisasi
(PB/PP) untuk melakukan seleksi mengingat adanya keinginan Kemenpora yang lebih
mengutamakan atlet berpeluang meraih medali emas diterjunkan di Manila,
Philipina. “Tim Verifikasi KOI akan bersama-sama PB/PP dan Kemenpora akan
menyeleksi seluruh atlet yang diusulkan untuk menetapkan atlet berpeluang meraih
emas. Hasil verifikasi itulah yang menempatkan kelompok atlet berpeluang meraih
emas, perak dan perunggu. Soal siapa saja yang diberangkatkan semua keputusan
ada pada Kemenpora,” jelasnya
Apakah pembentukan Tim Verifikasi yang dilakukan KOI itu
tidak melanggar aturan? “Ya, tidak melanggar aturan. Tugas dan fungsi KOI
itu memang membantu pemerintah dalam menentukan atlet yang berhak tampil di
multi event,” jawabnya.
Berbicara masalah Olimpiade Tokyo 2020, Harry menyebutkan
minimal sudah tercatat lima cabang olahraga yang berpeluang lolos. Yakni,
bulutangkis, angkat besi, panahan, panjat tebing dan balap sepeda. “Sampai
saat ini baru lima cabor yang berpeluang tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Ini
menjadi tantangan ke depan dalam upaya lebih meningkatkan prestasi olahraga
Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Plt Sekjen KOI, Hellen Sarita Delima
mengatakan, pihak KOI sudah melakukan pertemuan dengan PB/PP.
Dari hasil pertemuan itu, katanya, KOI telah mendata ada 35
cabang yang mengikuti SEA Games 2019 untuk disampaikan kepada Kemenpora.
“Sebanyak 35 cabang itu akan diusulkan kepada Kemenpora.
Penentuan berapa jumlah atlet dan cabor yang akan memperkuat Kontingen
Indonesia di SEA Games 2019 ditentukan dari hasil evaluasi yang akan dilakukan
Tim Verifikasi KOI, PB/PP dan Kemenpora,” katanya.
Daftar cabang olahraga: 1. Atletik, 2. Akuatik, 3. Panahan,
4. Bulutangkis, 5. Bola Basket, 6. Biliar and Snooker, 7. Boling, 8. Tinju, 9.
Dayung (Kayak/Canoe/Rowing), 10. Balap Sepeda, 11. Sepakbola, 12. Golf, 13.
Senam, 14. Hoki Indoor, 15. Ice Skating, 16. Judo, 17. Karate, 18. Pencak
Silat, 19. Sepak Takraw, 20. Menembak, 21. Taekwondo, 22. Tenis, 23. Bola Voli,
24. Angkat Besi, 25. Wushu, 26. Soft Tenis, 27. Kurash, 28. Catur, 29. Surfing,
30. Baseball dan Sofbol, 31. Modern Pentathlon, 32. Sailing/Windsurfing, 33.
Angkat Berat, 34. Lawnballs/Petanque, 35. E-Sports