Lembaga Riset Asal Amerika Serikat, C4ADS, Melangsir Rusia Melakukan 9.883 Kali Operasi Pengelabuan GPS
Moskow – Rusia telah mengerahkan kemampuan perang elektronik besar-besaran untuk menyembunyikan keberadaan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Sebuah lembaga riset asal Amerika Serikat,
C4ADS, melansir tim ahli dari Rusia menggunakan trik canggih GPS, yang membuat
keberadaan Putin secara sinyal telekomunikasi tidak bisa diketahui.
Rusia disebut melakukan 9.883 kali operasi
pengelabuan GPS baik di Rusia, Crimea, dan Suriah antara Februari 2016 hingga
November 2018.
“Group ini mengklaim menemukan adanya korelasi
dekat antara gerakan Putin dan sinyal palsu GPS, yang mengelabui sistem
navigasi,” begitu dilansir Moscow Times dan Janes pada Kamis, 4 April 2019.
Menurut lembaga riset C4ADS, operasi
pengelabuan GPS ini berlangsung dalam cakupan wilayah yang luas, dan durasi
yang lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.
Pengelabuan sinyal GPS ini juga bermanfaat
untuk menghalau drone dari mendatangi wilayah udara terlarang. Namun, operasi
GPS ini berdampak kepada kegiatan sipil seperti kapal laut, yang membuat mereka
berada di lokasi yang jauh. Kemampuan teknologi perang elektronik Rusia ini
menunjukkan negara ini memiliki kelebihan dibanding negara lain untuk mencapai
target taktis dan strategis di dalam negeri dan luar negeri. Namun, teknologi
yang relatif murah dan mudah digunakan ini beresiko digunakan untuk tujuan
kriminal.