Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

RINGANKAN KORBAN GEMPA SULBAR, KEMENSOS KIRIM BANTUAN 1,7 M

Mamuju ,”Tabloidnusantara.com,” – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sebesar 1.7 milyar rupiah bagi korban Gempa di Sulawesi Barat. Bantuan dikirim dengan pesawat herkules milik TNI AU melalui Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Jumat (15/1) kemarin.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


Mamuju ,”Tabloidnusantara.com,” – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sebesar 1.7 milyar rupiah bagi korban Gempa di Sulawesi Barat. Bantuan dikirim dengan pesawat herkules milik TNI AU melalui Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Jumat (15/1) kemarin.

Direktur
Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam M Safii Nasution mengawal langsung
bantuan dengan ikut naik pesawat herkules, setelah sebelumnya Mensos Tri
Rismaharini bersama Kepala BNPB juga bertolak ke Sulawesi Barat.

Safii menjelaskan bahwa bantuan tersebut terdiri dari bantuan logistik tanggap darurat pusat senilai Rp979.819.710, bantuan logistik gudang regional timur senilai Rp621.911.700 dan santunan ahli waris bagi delapan korban yang telah teridentifikasi sebesar 120 juta rupiah untuk masing-masing ahli waris senilai 15 juta rupiah, selanjutnya seluruh ahli waris korban bencana meninggal dunia akan diberikan santunan dengan nilai yang sama.

Baca Juga : PANGDAM CENDERAWASIH TERIMA VAKSIN COVID-19 TAHAP PERTAMA DI PROVINSI PAPUA

“Bantuan ini diwujudkan makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung, matras, peralatan keluarga, tenda serbaguna dan keperluan lainnya,” jelas Safii Nasution di Sulbar,sore ini.

Menggunakan pesawat herkules, Kemensos RI kirim bantuan sembako dan pakaian untuk korban gempa di Sulawesi Barat
(Dok : Kemensos RI)

Rincian bantuan
yang diserahkan Kemensos antara lain makanan siap saji 2500 paket, makanan anak
1200 paket, tenda gulung 500 lembar, matras 1000 lembar, selimut 700 lembar,
peralatan dapur 200 paket, tenda serbaguna 10 unit, Kids ware 500 paket, Ford
ware 500 paket, velbed 40 unit, kasur 370 buah, sandang 30 paket, perlengkapan
Tagana 20 paket.

Kemensos juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Sulawesi Selatan sebanyak 50 personil dan Sulawesi Tengah sebanyak 19 personil untuk membantu Tagana setempat untuk membuka dapur umum dan memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

BACA JUGA : PANGDAM CENDERAWASIH LAKSANAKAN KUNJUNGAN KERJA SATUAN BAWAH DI WILAYAH JAYAPURA

“Sejak bencana
terjadi, kami melalui Tagana telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial di wilayah
terdampak gempa tentang aktivitas penanganan dan mengamati situasi terkini,”
ucap Syafii.

BPBD Kabupaten
Majene mengabarkan 8 (delapan) warganya meninggal dunia dan lebih dari enam
ratus menderita luka-luka. BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan
darurat dan memutakhirkan data dampak pascagempa M6,2 yang terjadi pada Jumat
(15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

Data Pusat
Pengendali Operasi BNPB mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan
15.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

BPBD terus
melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan, dimana kerusakan bangunan mencakup
62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor danramil Maluda
rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan
longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene–Mamuju.

Sedangkan pada Kabupaten Mamuju, kerusakan berat (RB) terjadi di Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market. Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga serta korban jiwa masih dalam pendataan.

(Adm/Nat)