Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

RABU 15 APRIL 2020, KASUS POSITIF COVID-19 DI INDONESIA MENCAPAI 5.136, SEMBUH 446 DAN 469 MENINGGAL

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, bahwa hingga Rabu (15/4) pukul 12.00 WIB, telah dilakukan uji PCR sebanyak lebih dari 36.431 spesimen diperiksa dari 33.001 orang. “Hasil positif reaktif akumulatif sampai hari ini sebanyak 5.136 orang, sedangkan yang negatif sejumlah 27.865 orang” ujar Yurianto. Pihaknya juga menjelaskan bahwa data yang dihimpun secara berjenjang kasus ODP berjumlah 165.549 orang, sedangkan kasus PDP

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, bahwa hingga Rabu (15/4) pukul 12.00 WIB, telah dilakukan uji PCR sebanyak lebih dari 36.431 spesimen diperiksa dari 33.001 orang. “Hasil positif reaktif akumulatif sampai hari ini sebanyak 5.136 orang, sedangkan yang negatif sejumlah 27.865 orang” ujar Yurianto. Pihaknya juga menjelaskan bahwa data yang dihimpun secara berjenjang kasus ODP berjumlah 165.549 orang, sedangkan kasus PDP sebanyak 11.165 orang. Dari data tersebut dapat diperoleh jumlah peningkatan kasus positif sebanyak 297 orang.

“Penambahan
kasus positif itu juga diiringi dengan pasien sembuh sebanyak 20 orang sehingga
jumlah pasien sembuh 446 orang, sedangkan kasus kematian bertambah 10 orang
sehingga jumlah total kasus kematian adalah 469 orang,” jelas Yuri dalam
konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, (15/4) sore.

Jumlah Terpapar Covid-19 di Indonesia, 15 April 2020. Sumber Gambar covid19.go.id

Sebelumnya
Achmad Yurianto menyampaikan bahwa pemerintah perlu menegaskan kembali bahwa
negara Indonesia dalam suasana keprihatinan yang mendalam karena mengalami
bencana nasional, bencana non alam yang melanda seluruh wilayah Nusantara. Dalam
kondisi ini Presiden sudah memberikan arahan agar anggaran pemerintah
diprioritaskan untuk kemlahasatan masyarakat untuk menangani Covid-19.

Pemerintah
juga sudah mengeluarkan banyak program dalam merespon dampak yang terjadi di
masyarakat seperti Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, kemudian meningkatkan
Program Keluarga Harapan dan memberikan bantuan sosial secara langsung kepada
masayarakat yang membutuhkan.  “Jaring
pengaman sosial adalah salah satu cara pemerintah untuk melindungi masyarakat
agar konsentrasi untuk memberantas, mencegah dan mengurangi penyebaran Virus
Corona,” kata Yuri.

Yuri
juga memaparkan bahwa pemerintah mempunyai  target untuk melakukan 10 ribu tes PCR real
time per hari dengan mengaktifkan 78 laboratorium dari 32 laboratorium yang
sebelumnya. Menurutnya peningkatan ini otomatis juga disertai dengan
peningkatan dalam pemenuhan jumlah mesin,  jumlah reagen, SDM dan sistem terkait dengan
zonasi yang berhubungan dengan kecepatan pengiriman spesimen menuju
laboratorium uji untuk dapat diinterpertasikan hasilnya. “Sampai dengan hari
ini sudah lebih dari 36 ribu yang diperiksa dan sampel ini berasal dari 196 Kabupaten
Kota di seluruh Indonesia yang saat ini merawat penderita Covid-19,” papar
Yuri.

Dalam
kesempatan itu Yuri juga menyampaikan kesiapan fasilitas kesehatan layanan
perawatan Covid-19 di rumah sakit darurat yaitu sejumlah 800 rumah sakit baik
milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, milik BUMN, milik TNI/Polri dan
Milik Swasta yang telah melaksanakan layanan rawatan penderita Covid-19
terutama penanganan kasus-kasus ringan/sedang. Dengan kesiapan rumah sakit
darurat, diharapkan rumah sakit rujukan yang sudah didesain sejak awal lengkap
dengan ruang isolasi tekanan negatif dan ventilator dapat difokuskan untuk
penangan dan pelayanan penderita Covid-19 kasus sedang dan berat. Sementara itu
rumah sakit darurat Wisma Atlet sudah disiapkan sejumlah 2 ribu tempat tidur.
Sedangkan rumah sakit darurat di Pulau Galang disiapkan sejumlah 4 ratus tempat
tidur. Beberapa tempat dengan fungsi yang sama disiapkan juga oleh Gugus Tugas
Daerah.

Secara
meyakinkan Yuri juga memaparkan pemenuhan kelengkapan standar berupa Alat
Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis yang akan dipenuhi. “Kita patut
bersyukur bahwa saat ini APD sudah dapat diproduksi dengan bahan baku lokal yaitu
dengan bahan polyster 100 persen, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan APD
dengan standar terbaik untuk melindungi secara maksimal tenaga medis. Target
produksi APD yang harus dicapai adalah 16 ribu APD tiap hari,” tegas Yuri.

Sementara
itu dalam rangka mengejar target pemeriksaan laboratorium antigen berbasis pada
real time PCR, pemerintah sudah mendatangkan kembali sebanyak 150 ribu reagen
PCR dan akan segera didistribusikan. Konversi alat test cepat molekuler yang
selama ini eksisting  sudah dimiliki
sejumlah lebih dari 900 mesin dan ada 305 mesin yang sudah bisa dikonversi
untuk pemeriksaan Covid-19 telah disiapkan. “Alat  ini diharapkan  akan dapat operasional dalam minggu ini, namun
masih menunggu catridge untuk Covid-19,” jelas Yuri

Sementara itu Yuri menegaskan bahwa perlu adanya ketegasan dalam melaksanakan physical distancing untuk memutus penyebaran. Maka dari itu 10 Kabupaten Kota yang sudah menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti, Jakarata, Kota Bogor, Kabupaten Bogor , Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang, Kabupatan Tangerang, Tangerang Selatan dan Kota Pekanbaru.

Sumber Berita : covid19.go.id dan kemkes.go.id