Jakarta – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan bahwa kedaulatan Indonesia atas Pulau Natuna dan wilayah perairannya merupakan harga mati.
“Ya kan jelas, beliau sudah katakan kedaulatan harga
mati, tapi jangan kita panas-panasi,” kata Prabowo terkait arahan Presiden
Joko Widodo atas Natuna, ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta , dikutip
dari Antara, Kamis (9/)
Menurut dia, wilayah teritorial yakni 12 mil dari garis pangkal
kepulauan dan lebih dari itu merupakan zona ekonomi eksklusif.
Untuk zona ekonomi eksklusif sendiri, kapal internasional
diperbolehkan untuk berlayar melaluinya.
“Nah kalau eksploitasi ikan, atau eksploitasi mineral,
itu harus kerja sama, harus izin (kepada) kita,” kata Prabowo.
Dia menilai ketegangan yang terjadi karena insiden
kapal-kapal China masuk ke wilayah ZEE Indonesia dapat diselesaikan dengan
negosiasi bilateral.
“Kita cool saja, selalu saya katakan,” tambah
Prabowo.
Kapal-kapal China masuk ke wilayah ZEE Indonesia di perairan
Natuna.
Lalu Kapal Perang KRI Tjiptadi-381 pada Senin (30/12/2019)
telah berhasil mengusir kapal coast guard China yang tengah mengawal
kapal-kapal ikan melakukan aktivitas di Perairan Natuna Utara, Provinsi
Kepulauan Riau.