Perjuangan
seorang ibu untuk melahirkan sang buah hati sering diibaratkan sebagai
perjuangan hidup dan mati.
Mungkin
agak berlebihan, tetapi tidak bisa dipungkiri ada banyak risiko yang dihadapi
para ibu selama proses persalinan.
Kurang
lebih 9 bulan dalam kandungan, fase melahirkan pun tiba dan perjuangan hidup
dan mati segera dimulai. Nyeri perut bagian bawah akan menjalar sampai ke
belakang, disertai rasa ingin buang air besar yang disertai keluarnya lendir
atau bahkan darah.
“Melahirkan
itu berat, sudah cukup kaum ibu saja”, begitulah kira-kira Hanif Dhakiri
(Menteri Tenaga Kerja) mengungkapkan isi hatinya saat istrinya pasca
melahirkan. Namun Tuhan tidak membiarkan kaum ibu bergelut dengan berat dan
susahnya melahirkan, Allah juga menyertai solusi yang bisa memudahkan.
Dalam kitab al-Adzkar karya Imam Nawawi menyebutkan bahwa ada beberapa ayat dalam Al Qur’an yang bisa memudahkan kaum ibu yang akan melahirkan. Diceritakan bahwa saat fatimah hendak melahirkan, Rasulullah berpesan kepada seseorang yang menemaninya untuk membaca ayat kursi dan QS al-A’raf ayat 54.
Ayat
kursi adalah tak lain dari QS al-Baqarah ayat 255 yang berbunyi sebagai
berikut:
اللَّهُ
لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا
نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي
يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا
خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah,
tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi
terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at
di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka
dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah
melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan
Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha
Besar.”
Sedangkan
ayat berikutnya adalah QS Al A’raf ayat 54 yang berbunyi sebagai berikut:
إِنَّ
رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ
ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ
حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا
لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya
Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang
mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan
bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah,
menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
Selain
dua ayat tersebut, surat Al Falaq dan An Nas juga dianjurkan sebagai pelengkap.
Sebuah surat yang biasa dikenal dengan mu’awwidzatain, atau dengan kata lain
sebagai surat yang dibaca untuk memohon perlindungan dari marabahaya.
Tak salah
jika dua surat tersebut disebut sebagai ayat-ayat dalam Al Qur’an yang bisa
memudahkan saat melahirkan. Dengan demikian, ayat-ayat Al-Qur’an yang bisa
memudahkan saat melahirkan adalah QS Al baqarah ayat 255, QS Al A’raf ayat 255,
QS al-Falaq dan QS an-Nas.
Ayat-ayat
tersebut sangat membantu untuk menenangkan dan memberikan jalan yang musah saat
melahirkan. Selain daripada itu, ayat-ayat tersebut juga merupakan usaha
manusia untuk memohon perlindungan kepada Allah dari apa-apa yang berbahaya dan
tak diinginkan.
- Sumber: bincangsyariah.com