Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

PENINGKATAN SEJUMLAH 1.268 KASUS POSITIF COVID-19, MASYARAKAT DIHIMBAU TETAP WASPADA

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Peningkatan sejumlah 1.268 kasus positif Covid-19 hari ini menunjukkan bahwa penyebaran masih terus berlangsung. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada menyikapi potensi peningkatan yang terus berlangsung dan cenderung berada diatas angka 1000 – an.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Peningkatan sejumlah 1.268 kasus positif Covid-19 hari ini menunjukkan bahwa penyebaran masih terus berlangsung. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada menyikapi potensi peningkatan yang terus berlangsung dan cenderung berada diatas angka 1000 – an.

Juru
Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyampaikan bahwa
dibutuhkan kesadaran masyarakat yang cukup tinggi untuk terus meningkatkan
kewaspadaan terhadap potensi penularan virus. Pihaknya menyebutkan bahwa
peningkatan sejumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dapat dijadikan indikator
potensi penyebaran virus SARS-CoV-2 masih cenderung meningkat.

Peran Serta Masyarakat

Sementara
itu, Achmad Yurianto dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa penularan
COVID-19 tersebar di 456 wilayah administrasi kabupaten dan kota dari 34
provinsi di tanah air. Pihaknya memonitor potensi penularan pada orang dalam
pemantauan (ODP) yang berjumlah 38.702 orang dan pengawasan yang ketat pada
pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 13.471 orang

Melihat potensi penularan masih
rentan terjadi, Achmad Yurianto menghimbau peran serta masyarakat dalam
pengendalian penyebaran Covid-19. “Peran serta masyarakat menjadi faktor
penentu di dalam pengendalian ini,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Gedung
BNPB, Jakarta, Selasa (7/7) sore.

Uji Spesimen dan Sebaran Covid-19

Dilaporkan Achmad Yurianto bahwa hari ini dalam 24 jam terakhir, Gugus Tugas telah melaksanakan pemeriksaan spesimen, sebanyak 17.816 spesimen. Total yang telah diperiksa berjumlah 946.054 spesimen. “Dari pemeriksaan tersebut 1.268 dinyatakan positif terkonfirmasi  Covid-19,” kata Yuri.

Di
sisi lain, jumlah pengujian secara nasional baru mencapai 3.394 uji per satu
juta penduduk. Angka tersebut merupakan angka rata-rata nasional, namun ada
lima provinsi yang angka pengujian cukup tinggi. Lima provinsi dengan
pengujian tinggi yakni DKI Jakarta 26.527 tes per satu juta penduduk,
selanjutnya Sumatera Barat 9.124, Bali 8.870, Sulawesi Selatan 6.288 dan Papua
5.440.

Melihat penyebaran Covid-19, Yurianto mengatakan bahwa Jawa
Timur menjadi provinsi terbanyak yang menambahkan 280 kasus positif baru dan
sembuh 118 pasien. Posisi kedua yaitu Sulawesi Selatan dengan penambahan 218
kasus positif baru dan sembuh 45 pasien. Sementara DKI Jakarta menempati posisi
ketiga dengan tambahan kasus baru sebanyak 190 orang dan sembuh 241 pasien.

Dua provinsi lain yang masuk lima besar adalah Jawa Tengah
dan Jawa Barat, masing-masing adalah 140 kasus baru dan 79 kasus baru. “Ada
19 provinsi yang hari ini melaporkan kasusnya di bawah 10, sementara 5 provinsi
tidak ada penambahan kasus baru,” kata Yurianto melanjutkan penjelasannya.

Peningkatan
sejumlah 52 orang pasien sembuh, yang sehari
kemaren berjumlah 814 dan hari ini berjumlah 866 pasien sembuh menambah
kontribusi jumlah total pasien sembuh menjadi 30.785 pasien. Sedangkan kasus
meninggal bertambah 68 orang, sehingga jumlah total kasus meninggal menjadi
3.309 kasus.

Beban Rumah Sakit dan Protokol Kesehatan

Sebelumnya
Achmad Yurianto juga menyampaikan bahwa pengendalian penyebaran Covid-19 sangat
penting dilakukan. Selain untuk memutus rantai penyebaran dan penularan pengendalian
dapat membantu untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan Covid-19. 

“Kita
sadari sekarang bahwa rawatan penderita Covid-19 tidak murah dan tidak mudah.
Beban yang berlebihan bagi satu rumah sakit untuk merawat Covid-19 ini akan
berdampak pada kerugian yang besar,” lanjutnya. 

Dalam setiap kesempatan, Achmad Yurianto selalu mengingatkan tentang kepatuhan dan kedisiplidan protokol kesehatan. “Kita yang bisa menghentikan sebaran ini. Tetap gunakan masker dengan cara yang benar, jaga jarak setidak-tidaknya lebih dari 1 meter, dan rajin mencuci tangan. Ini satu-satunya cara yang bisa kita lakukan. Peran saudara-saudara sekalian menjadi penentu di dalam memutuskan rantai penularan COVID-19 ini,” tekannya.

Sumber Berita: https://covid19.go.id/