PEKALONGAN, “tabloidnusantara.com”
– Era teknogi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mulai melirik Analisis Big
Data sebagai upaya menuju Smart City. Hal itu dilaksanakan dengan menggandeng
PT Telkom untuk memperkenalkan platform analisis milik perusahaan milik negara
itu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan, Yos Rosyidi mengungkapkan, sejak tahun 2018 Kota Pekalongan terpilih sebagai salah satu kota/kabupaten di Indonesia dalam program menuju 100 Smart City.
BACA JUGA : TIPS MEMPROTEKSI SMARTPHONE AGAR SEMAKIN AMAN
Dengan
menggandeng PT Telkom dengan Analisis Big Data tentu akan sangat membantu
percepatan implementasi smart city di Kota Pekalongan. “ujarnya.
Meskipun
demikian, secara internal kami akan mengidentifikasi terlebih dahulu hal-hal
yang dibutuhkan oleh Kota Pekalongan untuk kemudian didiskusikan kembali dengan
tim PT Telkom.
Yos
menambahkan, nantinya hasil paparan final akan dilaporkan kepada Wali Kota
Pekalongan. Dari situ, akan ditentukan apakah platform big data milik perusahaan
plat merah itu cocok diterapkan di Kota Batik.
Manager PT Telkom Wilayah Telekomunikasi (Witel) Pekalongan, Atik Rahmawati Tri Astuti menjelaskan, PT Telkom berupaya mendukung smart city melalui big data. Melalui big data, akan tersaji berbagai data dari berbagai sektor, selanjutnya menjadi bahan analisis pemerintah sesuai kebutuhan.
BACA JUGA : MENGENAL APA ITU CACHE, JENIS DAN FUNGSINYA
“Big
data sangat penting untuk pemerintahan, pasalnya melalui big data pemerintah
akan dapat menganalisis dan membuat solusi untuk kebijakan ke depannya,” papar
Atik.
Big
data, lanjut Atik, dapat dimanfaatkan untuk masalah UMKM, lalu lintas, CCTV,
dan sebagainya. Menurutnya, support big data akan memberi data menyeluruh mulai
dari prediktif, perspektif, dan analitik. Analisis big data ini seperti satu
data. “Data yang tersebar akan dijadikan satu,” pungkasnya.