Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

MENKES DORONG BIOFARMA FOKUS CIPTAKAN VAKSIN KETAHANAN KESEHATAN NASIONAL

Bandung, “tabloidnusantara.com” – Kemenkes bersama Kemenpolhukam, KemenkoPMK serta 17 Kementerian dan Lembaga meluncurkan dokumen Rencana Aksi Nasional Ketahanan Kesehatan di Indonesia 2020-2024 di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Bandung, “tabloidnusantara.com” – Kemenkes bersama Kemenpolhukam, KemenkoPMK serta 17 Kementerian dan Lembaga meluncurkan dokumen Rencana Aksi Nasional Ketahanan Kesehatan di Indonesia 2020-2024 di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Dilansir dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Dokumen tersebut merupakan dokumen wajib bagi negara anggota WHO untuk memiliki kemampuan untuk mencegah, mendeteksi dan merespon secara cepat dan adekuat setiap ancaman kesehatan masyarakat yang berpotensi menyebar antarnegara dan menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia.

BACA JUGA : ADIAN NAPITUPULU KOLAPS, APA YANG SEBENARNYA TERJADI ?

Sebagai tindak lanjut dari dokumen tersebut, dihadapan
jajaran direksi Biofarma serta perwakilan Komisi Fatwa, Menkes menekankan
pentingnya pengembangan vaksin yang ongkos produksinya murah namun memiliki
manfaat yang besar bagi ketahanan kesehatan nasional.

Karenanya, Menkes berpesan agar Biofarma fokus sesuai dengan
core bussiness yang dimilikinya. Fokus pada pengembangan vaksin yang mampu
mencegah, mendeteksi dan merespons penyakit pandemi yang berpotensi mengancam
ketahanan kesehatan. Menurutnya, langkah tersebut jauh lebih optimal dan
bermanfaat.

”Kalau mau diversifikasi usaha jangan membuat diversifikasi
yang membebani, tidak ada nilai tambahnya, tidak membuat quality of life nya
meningkat. Buat yang murah dan menolong orang, pasti berkahnya banyak,” kata
Menkes

Lebih lanjut, Menkes menekankan agar mengurangi proses impor
barang setengah jadi. Pasalnya, hal ini bisa mengancam ketahanan kesehatan
nasional.

”Ingat batasi impor bahan setengah jadi, kita kan ngak tau
halal atau enggak karena setengah jadi, nanti pertahanan kita malah jebol,”
pesan Menkes.

Atas diperolehnya predikat Center of Excellence, Menkes
menekankan agar kepercayaan dari anggota negara OKI tersebut bisa dimanfaatkan
sebaik-baiknya bagi kemaslahatan umat terutama dalam hal peningkatan produksi
vaksin halal.

”Kita harus bertanggungjawab terhadap produk-produk kita, karena ini adalah negara mayoritas Islam, otomatis kita mengedepankan produk halal. Jadi kalau produknya mau keluar seharusnya sudah tersertifikasi halal,” tutur Menkes.

BACA JUGA : SIKAP TEGAS, KEPALA BNN PAPUA, DI ATAS 50 GRAM PENGEDAR NARKOBA DI TEMBAK MATI

Usai pertemuan, Menkes selanjutnya mengunjungi Center of
Excellence Facilities Vaccines and Biotechnology Products. Ada beberapa ruangan
yang dikunjungi Menkes diantaranya Ruang Kultivasi, Ruang Preparasi, serta
Ruang Purifikasi dan Konjugasi.