tabloidnusanatar.com,
– Sekilas mengenal apa itu “cache” Secara
umum, arti cache adalah
suatu mekanisme penyimpanan data dengan berkecepatan tinggi yang digunakan
untuk menyimpan data atau instruksi yang sering diakses oleh pengguna computer /
smartphone.
Disisi lain Cache,
dapat diartikan suatu data yang sifatnya sementara yang tersimpan pada sistem
penyimpanan internal perangkat komputer atau smartphone. “Cache menyimpan
berbagai aktivitas pengguna perangkat komputer/ smartphone dalam ukurannya dibilang
kecil sehingga membantu mempercepat proses kerja prosesor ketika pengguna
membuka aplikasi atau melakukan perintah pada komputer/ smartphone.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa cache adalah sebuah teknologi yang berfungsi untuk membuka aplikasi atau halaman website dengan lebih cepat. Potensi terjadinya bottleneck dalam aliran data dan RAM dapat diminimalisir dengan adanya cache tersebut.
Fungsi Cache
Fungsi cache yang paling utama adalah untuk membantu mempercepat
akses data pada perangkat komputer/ smartphone sehingga meringankan kerja
prosesor. Beberapa fungsi lain dari cache adalah sebagai berikut:
- Cache dapat
mempercepat akses pada komputer. - Cache dapat menjadi
jembatan perbedaan kecepatan antara memori utama dengan dengan CPU. - Kinerja memory menjadi
lebih cepat. - Cache dapat
meningkatkan kinerja prosesor.
Jenis-Jenis Cache
Cache terbagi menjadi dua kategori yaitu client-side
caching dan server-side caching. Pada
masing-masing kategori tersebut jenis-jenis cache yang berbeda. Adapun beberapa
jenis dan fungsi cache adalah sebagai berikut:
1.
Client-Side Caching
Pengertian client-side caching adalah file data yang disimpan di
dalam komputer/ smartphone pengguna yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Dalam
hal ini, client-side yang paling sering digunakan adalah browser cache.
- Browser cache; browser
cache adalah jenis cache yang paling umum ditemui oleh pengguna dan dapat
ditemukan pada pengaturan browser. Dengan adanya browser cache, komputer dapat
membuka sebuah halaman website lebih cepat dimana penyimpanan data dilakukan
pada kunjungan pertama saja. Namun, dalam jangka waktu tertentu perlu dilakukan
pembersihan cache agar file cache tidak memakan banyak tempat di dalam disk
komputer.
2.
Server-Side Caching
Server-side caching adalah file (dokumen, gambar) yang disimpan
di dalam server website. Dalam hal ini, data di server website dapat di-cache
kapan saja sehingga client dapat mengaksesnya lebih cepat.
Beberapa
yang termasuk dalam server-side caching diantaranya;
- Database
cache; jenis cache ini biasanya digunakan oleh pengembang aplikasi
website dengan tujuan untuk mencapai kinerja web yang lebih baik. Beberapa
keuntungan database cache adalah proses akses data lebih cepat, penggunaan cpu
lebih kecil, dan mengurangi akses disk. - Object
cache; jenis cache ini berfungsi untuk menyimpan sementara data objek
secara lokal di dalam komputer, misalnya gambar atau video di browser
pengunjung. Dengan begitu, ketika mengunjungi website yang sama maka tidak
perlu mengunduh objek berkali-kali dari server, sehingga objek dan halama
website di dalamnya akan ditampilkan lebih cepat. - Opcode
cache; jenis cache ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja PHP.
Dengan adanya opcode caching maka kinerja PHP akan jauh lebih baik. - CDN Cache; bagi
pemilik website yang pengunjungnya berasal dari berbagai belahan dunia, maka
menggunakan CDN cache adalah suatu solusi yang sangat baik. Dengan adanya CDN
cache maka konten website dapat ditampilkan ke pengunjung dari server terdekat. - DNS cache; disebut
juga dengan database sementara yang dikelola oleh sistem operasi suatu
komputer. Jenis cache ini mencatat histori alamat IP domain yang pernah dibuka
oleh pengguna komputer.
Demikianlah penjelasan ringkas tentang arti
cache, fungsi, serta beberapa jenis cache. Semoga artikel ini bermanfaat dan
menambah wawasan kamu.
- Sumber : https://www.maxmanroe.com/vid/
- Editor : TN