Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

KUNJUNGI GUGUS TUGAS, PRESIDEN JOKO WIDODO SAMPAIKAN LIMA ARAHAN TERKAIT PENERAPAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Presiden Joko Widodo pada hari Rabu (10/6) menyempatkan diri untuk melaksanakan kunjungan kerja ke kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur. Dalam kunjungannya Presiden Joko Widodo menyampaikan lima arahan terkait adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Presiden Joko Widodo pada hari Rabu (10/6) menyempatkan diri untuk melaksanakan kunjungan kerja ke kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur. Dalam kunjungannya Presiden Joko Widodo menyampaikan lima arahan terkait adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19.

Arahan pertama yaitu, Presiden
mengingatkan pentingnya prakondisi yang ketat. Sosialisasi kepada masyarakat
harus dilakukan secara masif terutama mengenai sejumlah protokol kesehatan yang
harus diikuti seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan,
menghindari kerumunan atau keramaian, hingga menjaga imunitas tubuh.

“Saya kira ini terus
disampaikan kepada masyarakat, diikuti dengan simulasi-simulasi yang baik,
sehingga saat kita masuk ke dalam tatanan normal baru, kedisiplinan warga itu
sudah betul-betul siap dan ada. Inilah prakondisi yang kita siapkan sehingga
disiplin memakai masker, jaga jarak aman, sering cuci tangan, hindari
kerumunan, tingkatkan imunitas saya kira perlu terus disampaikan kepada
masyarakat,” paparnya.

“Saya juga sudah
perintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk menghadirkan aparat di titik-titik
keramaian di daerah untuk mengingatkan warga agar disiplin dan mematuhi
protokol kesehatan,” imbuhnya.

Arahan kedua yaitu Presiden
mengingatkan pentingnya perhitungan yang cermat dalam mengambil kebijakan yang
harus didasarkan data dan fakta di lapangan. Terkait hal ini, Presiden meminta
tiap kepala daerah yang ingin memutuskan daerahnya masuk ke fase adaptasi
kebiasaan baru agar berkoordinasi dengan Gugus Tugas.

“Datanya seperti apa,
pergerakannya seperti apa, faktanya seperti apa, karena saya lihat di sini
datanya ada semua. Jadi lihat perkembangan data epidemiologi terutama angka Ro
dan Rt. Perhatikan juga tingkat kepatuhan dan masyarakat. Pastikan manajemen di
daerah siap atau tidak melaksanakan,” jelasnya.

“Kemudian hitung
kesiapan setiap daerah untuk pengujian yang masif, pelacakan yang agresif,
kesiapan fasilitas kesehatan yang ada. Ini benar-benar semuanya harus kita
hitung dan pastikan,” tambahnya.

Arahan ketiga yaitu, Presiden
juga mengingatkan soal penentuan prioritas yang harus disiapkan secara matang
mengenai sektor dan aktivitas mana saja yang bisa dimulai dan dibuka secara
bertahap. Sebagai contoh, pembukaan tempat ibadah secara bertahap dengan
terlebih dahulu menyiapkan dan menerapkan protokol kesehatan di tempat ibadah
dinilai Presiden sudah sangat baik.

“Sektor ekonomi, sektor
dengan penularan Covid yang rendah tapi memiliki dampak ekonomi yang tinggi itu
didahulukan dan terutama ini sektor pertanian, peternakan, perkebunan,
perikanan, industri manufaktur, sektor konstruksi, logistik, transportasi
barang, sektor pertambangan, perminyakan, saya kira ini sudah disampaikan oleh
Ketua Gugus Tugas agar hal ini menjadi catatan kita semua,” ujarnya.

Arahan keempat yaitu, Kepala
Negara ingin agar konsolidasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan
daerah, mulai dari provinsi hingga tingkat RT, terus diperkuat. Ia juga meminta
agar koordinasi di internal Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda)
diperkuat. 

“Lebih penting lagi
libatkan semua elemen masyarakat sehingga kita semuanya bergotong royong,
bersinergi, bekerja menyelesaikan persoalan besar ini,” imbuhnya.

Arahan kelima yaitu, Presiden
meminta agar dilakukan evaluasi secara rutin. Meskipun sebuah daerah kasus
barunya sudah menurun, Presiden mengingatkan agar jajarannya tidak lengah
terutama karena kondisi di lapangan masih sangat dinamis. Menurutnya,
keberhasilan pengendalian Covid ini sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan
protokol kesehatan.

“Perlu saya ingatkan
jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru, maka langsung akan kita
lakukan pengetatan atau penutupan kembali,” tegasnya.

“Saya kira kita harus
optimistis bahwa tantangan yang kita hadapi ini bisa kita kendalikan dengan
baik, dengan harapan kita bisa menyelesaikan dalam waktu yang
sesingkat-singkatnya sehingga kita bisa beraktivitas kembali,” tandasnya.

Jakarta, 10 Juni 2020
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Sumber Berita: covid19.go.id dan Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden