KENDAL, “tabloidnusantara.com”
– Dalam mendukung program pemerintah menuju swasesbada pangan, Kabupaten Kendal
terus menggenjot produksi pertanian, Bahkan kedepan kendal berpotensi menjadi
daerah dengan ketahanan pangan yang kuat. Hal tersebut dilihat dari hasil panen
dan luasan lahan yang terbilang luas.
Bupati Kendal Mirna Annisa menyampaikan, Kabupaten Kendal memiliki lahan keseluruhan 46.419 hektare, di mana 24.000 hektare merupakan lahan sawah dan 22.000 hektare merupakan tegalan. Ditambahkan, Kabupaten Kendal juga merupakan daerah pengasil telur ayam nomor dua di Indonesia.
BACA JUGA : KEMBANGKAN BUDIDAYA LELE SYSTEM BIOFLOK TNI BERIKAN PENDAMPINGAN
“Produksi
padi tahun 2019, kami mencapai 236.370 ton gabah kering, sedangkan hasil jagung
mencapai 215.086 ton, sedangkan Kendal juga menjadi penghasil telur ayam
terbesar nomor dua di Indonesia termasuk minyak cengkeh menjadi komoditi ekspor
di Eropa,” jelas Mirna saat melakukan panen jagung hibrida bersama Menteri
Pertanian RI di Desa Pucangrejo Kecematan Gemuh.
Disisi
lain “Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, produksi sektor
pertanian di Jawa Tengah sangat baik.
“Saya
melihat langsung produksi pertanian Jawa Tengah tidak mengalami penurunan,”
ujar Syahrul.
Ditambahkan,
permintaan di sektor komoditi sayur terus mengalami peningkatan permintaan.
Menurutnya sektor pertanian selama dua tahun ke depan menjadi bisnis yang
menjanjikan.
Untuk dapat mendukung sektor pertanian, lanjutnya, peran perbankan sangat diperlukan terutama dengan program kredit usaha rakyat (KUR).
BACA JUGA : TINGKATKAN HASIL PERTANIAN, TNI LAKUKAN PENDAMPINGAN KEPADA PETANI ASLI PAPUA
“Penyerapan
KUR di Kabupaten Kendal dari Januari hingga Juli 2020 telah mencapai Rp71,5
miliar. Disarankan untuk penyerapan KUR dapat mencapai Rp250 miliar,” imbuhnya.
Pada
kesempatan itu, Menteri Pertanian menyerahkan bantuan traktor serta bibit
kepada kelompok tani Kendal, sekaligus bantuan kredit usaha rakyat dari bank
untuk peternak dan petani di Kendal. “Pungkasnya.