Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa keselamatan warga
harus dinomorsatukan dalam menghadapi situasi bencana banjir yang melanda
beberapa wilayah di Tanah Air.
Dilansir dari Humas Kemensetneg, hal tersebut disampaikan
Presiden dalam keterangannya kepada media di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Rabu
(1/1)
“Pertama, urusan banjir yang paling penting ini adalah
yang berkaitan dengan keselamatan warga dinomorsatukan,” kata Presiden.
Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden meminta berbagai
pihak untuk bersinergi dan bekerja sama. Mulai dari Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah provinsi, hingga Badan Nasional
Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas.
“BNPB, pemerintah provinsi, SAR, semuanya harus segera
bergerak bersama-sama untuk memberikan rasa aman, memberikan keselamatan kepada
warga yang terkena bencana banjir,” kata Presiden.
Kedua, Presiden memberikan arahan agar fasilitas-fasilitas
umum segera dinormalisasi. Terutama mengingat beberapa ruas jalan hingga objek
vital turut terdampak banjir.
“Yang kedua, yang berkaitan dengan normalisasi untuk
fasilitas-fasilitas umum karena ini sudah masuk di Jakarta sudah masuk ke
Halim, sudah masuk ke tol Cikampek, kemudian juga di beberapa objek vital, saya
kira ini harus segera dinormalisasi sehingga fungsi-fungsi itu kembali menjadi
normal,” kata Presiden.
Ketiga, Presiden meminta agar pemerintah pusat dan
pemerintah provinsi bekerja sama dalam menanggulangi bencana banjir. Pemerintah
hingga kini terus berupaya melakukan berbagai hal untuk menangani banjir,
antara lain dengan membangun waduk.
“Pemerintah pusat memang ini baru dalam proses dan
belum selesai, misalnya waduk Cimahi, waduk Ciawi, mungkin baru tahun depan
selesai. Tetapi di luar itu, semuanya harus selesai,” kata Presiden.
Di penghujung keterangannya, Kepala Negara juga mengimbau
masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menghadapi bencana banjir yang
melanda beberapa daerah.