Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

TIGA ORANG SISWA PAPUA MEMINTA MUNDUR DARI PENDIDIKAN MILITER

Jayapura, “tabloidnusantara.com” – Beredar video di sosial media face book (fb) dimana akun a.n. Manuel Matemko menpublikasikan sebuah video berisi tiga orang siswa Papua yang minta mundur dari pendidikan militer di Papua. , Pada 26 Desember 2019.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Jayapura, “tabloidnusantara.com” – Beredar video di sosial media face book (fb) dimana akun a.n. Manuel Matemko menpublikasikan sebuah video berisi tiga orang siswa Papua yang minta mundur dari pendidikan militer di Papua. , Pada 26 Desember 2019.

Perlu dijelaskan
bahwa video tersebut adalah kegiatan konseling rutin yang dilakukan oleh
pelatih dan pembina di seluruh lembaga pendidikan militer di seluruh Indonesia
termasuk di papua.

Mekanisme kegiatan ini dilaksanakan dengan cara pembina/pelatih memanggil setiap siswa baik secara perorangan maupun dalam kelompok kecil untuk didengarkan segala keluhan para siswa dari hati-ke hati serta memberikan motivasi dan membangkitkan semangat kepada siswa dalam menjalani pendidikan militer yang sangat berat.

BACA JUGA : TNI, BAGIKAN BINGKISAN NATAL UNTUK ANAK-ANAK PAPUA DI PERBATASAN

Secara umum pada
awal pendidikan setiap siswa dalam pendidikan pembentukan TNI pasti akan
mengalami situasi mental dalam keadaan down (jatuh mental). Karena para siswa
akan menghadapi perubahan lingkungan yang sangat drastis. Dari lingkungan
kehidupan sipil yang sangat bebas cenderung liar masuk kedalam linkungan
kehidupan militer yang sangat ketat dan penuh disiplin.

Oleh karena itu
dibutuhkan adanya konseling dari pembina/pelatih untuk memotivasi dan
membangkitkan kembali semangat para siswa. Dalam kegiatan konseling tersebut
akan terjalin hubungan yang sangat dekat antara siswa dan pembina/pelatih
menjadi hubungan antara Kakak dan Adik, Orang Tua dan Anak serta hubungan
Sahabat seperjuangan. Sehingga para siswa bebas mencurahkan segala unek-unek
dan dan keresahan hatinya, termasuk masalah keluarga serta masalah yang sangat
pribadi.

Dalam tayangan
video tersebut terlihat tiga orang siswa yang mengalami mental down sehingga
ingin mundur dari pendidikan militer. Seorang pembina/pelatih memberikan
motivasi dengan memerankan dirinya sebagai Kakak terhadap adik, orang tua
terhadap anak dan sebagai sahabat dalam seperjuangan mau dengan sabar mendengar
isi hati dan keluhan serta keinginan anak didiknya. Kemudian pelatih tersebut
memberikan motivasi dengan pendekatan religius keagamaan maupun pendekatan lain
yang dapat menyentuh hati para siswanya.

Dalam setiap
proses pendidikan militer akan berlaku hukum seleksi alam. Bagi mereka yang
memiliki jiwa yang kuat, tahan menderita dan teguh pada pendirian akan sukses
dalam menjalani pendidikan dan kokoh dalam mengemban segala tugas dan tanggung
jawab seberat apapun tantangan yang dihadapinya sebagai seorang prajurit
kesatria. Tetapi bagi mereka yang bermental lemah, cengeng dan pengecut serta
penakut dengan sendirinya akan tersisi dan terseleksi. Karena hanya orang-orang
yang bermental baja yang mampu menghadapi berbagai tantangan.

Perlu juga
ditegaskan bahwa dalam rekrutmen anggota TNI tidak ada unsur paksaan bagi
siapapun, mungkin saja ada dorongan dari personel TNI di wilayah atau dari
pihak manapun, tetapi bukan berati dalam bentuk paksaan apalagi ancaman. Setiap
calon TNI akan mengajukan lamaran secara sukarela, dan akan menandatangani
surat kesanggupan mengikuti pendidikan dan melaksanakan tugas sebagai prajurit
TNI serta siap ditempatkan di manapun di seluruh wilayah NKRI.

Setiap peserta akan menjalani serangkaian test yang sangat ketat dan faktanya tidak semua yang mendaftar pasti lulus dan sukses menjadi seorang prajurit. Sistem seleksi yang dihadapi tidak hanya pada masa rekrutmen, tetapi seleksi akan terus berjalan baik dalam pendidikan maupun dalam penugasan sebagai prajurit TNI kelak.

BACA JUGA : PEMBESARAN BENIH LOBSTER DORONG NILAI TAMBAH MASYARAKAT PESISIR

Namun demikian
khusus di Papua TNI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra putri Papua
untuk menjadi anggota TNI. Karena itu khusus orang Papua standar tes akan
diturunkan tampa mengabaikan stadar pokok yang sudah ditetapkan. TNI membuka
peluang yang sangat luas bagi orang Papua dengan rasio perbandingan 80% peluang
untuk orang Papua dan hanya 20% peluang bagi non Papua yang mendaftar di
wilayah Kodam XVI/Cenderawasi.