Jakarta, “tabloidnusantara.com” – Tragedi berdarah, korban demonstran pendukung mantan presiden Bolivia Evo Morales dan pasukan keamanan terus bertambah. “Kantor ombudsman nasional Bolivia mencatat total 19 orang telah tewas terkait sengketa pemilihan umum yang digelar pada 20 Oktober lalu.
“Gelombang demonstran Pada Jumat 15 November 2019, bentrok dengan pasukan keamanan menembaki pendukung Morales di Sacaba, tragedi tersebut kurang lebih sedikitnya delapan orang meninggal. Jumlah korban tewas di Bolivia, terus meningkat, paska Presiden Evo Morales yang mengundurkan diri pada akhir pekan lalu.
BACA JUGA : PULUHAN RIBU WARGA MALAYSIA MENGAJUKAN SUAKA KE AUSTRALIA
Sperti halnya yang disampaikan Seorang dokter di kota mengatakan kepada Associated Press bahwa sebagian besar dari mereka yang terbunuh dan terluka menderita luka tembak. “Secara terpisah, seorang koresponden AFP mengatakan lima pendukung mantan presiden tewas, setelah melihat mayat mereka di rumah sakit setempat. Kematian itu kemudian dikonfirmasi oleh menteri dalam negeri interim Justiniano kepada wartawan setempat.
Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Michelle Bachelet mengingatkan bahwa gelombang kekerasan di Bolivia dapat “melonjak tak terkendali.”
“Aksi represif oleh pemerintah (Bolivia) kemungkinan akan menghancurkan prospek terjadinya dialog,” lanjut Bachelet, dikutip dari BBC.
Tuduhan kecurangan Morales,
dalam pemilu, mengundurkan diri pada 10 November lalu. “Morales menegaskan dirinya tidak bersalah
dalam tudingan yang di tuduhkan atas kecurangan pemilu. Ia juga mengklaim dirinya
tidak akan bisa dijerat pasal apapun.
Morales, juga menambahkan
demi demokrasi, jika mereka memaksa dirinya tidak akan ikut pemilu, pemilu
pasti akan tergelar tanpa saya, ya hingga saat ini saya tidak tahu siapa yang
akan jadi kandidat dari partainya, Movement for Socialism (MAS). Menurutnya,
semua itu tergantung kehendak rakyat.
“Saya juga akan segera
kembali ke Bolivia jika surat pengunduran diri, sudah keluar dan di setujui badan
legislatif. “Jika sudah disetujui, maka saya bisa pulang ke Bolivia
sebagai warga biasa,”Kata Morales.
Disamping itu, viral Morales,
dan juga sebagai Senator wanita Jeanine Anez telah mendeklarasikan diri sebagai
presiden interim Bolivia. Ia mengatakan Morales bisa saja langsung dijerat
suatupasal jika nanti pulang ke Bolivia.