Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

BERBELASUNGKAWA, PANGDAM KUNJUNGI RUMAH DUKA ALM MAMA HEEMSKERCKE BONAY SE TOKOH PEREMPUAN PAPUA PEJUANG NKRI

Jayapura, “tabloidnusantara.com” – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Irham Waroihan berserta rombongan berbelasungkawa ke rumah duka Alm Mama Heemskercke Bonay SE yang merupakan Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Barisan  Merah Putih Papua RI, di jalan Angkasa Pasir 2 komplek SMA negeri 5 RT 05/RW 02 Angkasa Distrik Jayapura Utara. Pada Senin (21/10)

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Jayapura, “tabloidnusantara.com” – Pangdam
XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kasdam XVII/Cenderawasih
Brigjen TNI Irham Waroihan berserta rombongan berbelasungkawa ke rumah duka Alm
Mama Heemskercke Bonay SE yang merupakan Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan
Barisan  Merah Putih Papua RI, di jalan
Angkasa Pasir 2 komplek SMA negeri 5 RT 05/RW 02 Angkasa Distrik Jayapura
Utara. Pada Senin (21/10)

“Alm Mama Heemskercke Bonay SE merupakan Putri pertama
Gubernur Papua Alm Bapak E Bonay (1963-1965) dan Tokoh Perempuan Papua Pejuang
NKRI,  yang meninggal dunia Pada Sabtu
(19/10) dikarenakan sakit dan faktor usia.

Selain itu selama masa hidupnya Alm Mama Heemskercke
Bonay SE, juga menjadi salah satu tokoh Keluarga Pejuang yang dengan keras
menolak hasil Kongres Rakyat Papua (KRP) III yang mendeklarasikan Negara
Federasi Papua Barat di Abepura, Papua tahun 2011 silam,

Pada Saat itu Alm Mama Heemskercke Bonay SE juga
menyampaikan bahwa pendirian negara Papua Barat dalam hasil kongres tersebut
adalah khayalan dari sekelompok orang di Dewan Adat Papua.

“Kami tidak setuju. Sebab, Papua yang aman, adil,
damai, dan sejahtera adalah harapan kita semua. Karena itu, sejak awal kami
sebagai pejuang pembela kemerdekaan Indonesia dan generasi muda Papua menolak
dengan tegas berbagai gerakan yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan
prinsip-prinsip NKRI,” ujar Heemskercke

Keputusan KRP III tersebut hanya sebagai permainan
sekelompok elite di Dewan Adat Papua yang tidak disetujui oleh mayoritas
masyarakat adat Papua dan Papua Barat. Ia menilai, pendirian suatu negara
dengan Presiden, Perdana Menteri, dan struktur kabinetnya adalah jelas-jelas
tindakan makar yang berlawanan dengan aturan hukum NKRI.

“Dan menyelesaikan persoalan Papua haruslah dengan cara dan pola komunikasi yang sesuai dengan aturan hukum yang ada,” tuturnya

Selain itu masih banyak lagi aksi perjuangan yang
dilakukan oleh Alm Mama Heemskercke Bonay SE untuk meyakinkan masyarakat agar
sama-sama menjaga persatuan dan Kesatuan NKRI di Papua.

Sementara saat di rumah duka Alm Mama Heemskercke
Bonay SE, Pangdam XVII/Cenderawasih bersama rombongan menyapaikan turut berbela
sungkawa sedalam-dalamnya karena kita semua telah kehilangan sosok wanita
tangguh, seorang anak pejuang yang sampai akhir hayatnya membela NKRI dari sosok-sosok
yang akan memecah kedaulatan NKRI di Tanah Papua ini.

“Kita disini untuk terakhir melihat Alm Mama
Heemskercke Bonay SE, semoga nanti akan muncul sosok-sosok seperti Mama
Heemskercke Bonay SE di Tahah Papua”,”Pungkas Pangdam.

  • Otentikasi : Kolonel Cpl Eko Daryanto, S.E., M.Si.
  • (Kapendam XVII/Cenderawasih)