Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

KELUARGA KORBAN KEBAKARAN BERHARAP PEMERINTAH SEGERAH MENYEDIAKAN TEMPAT BAGI MEREKA

Oksibil, “tabloidnusantara.com” – Sebanyak 200 lebih masyarakat yang menjadi korban material akibat sejumlah ruko dan tempat usaha miliknya yang ludes terbakar pasca di bakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab pada kamis, 26/9 lalu masih terus mananti jawaban yang pasti dari pemerintah daerah pegubin.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Oksibil, “tabloidnusantara.com” – Sebanyak 200 lebih masyarakat
yang menjadi korban material akibat sejumlah ruko dan tempat usaha miliknya
yang ludes terbakar pasca di bakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab pada
kamis, 26/9 lalu masih terus mananti jawaban yang pasti dari pemerintah daerah
pegubin.

Masyur saleh salah satu korban kepada wartawan menuturkan, saat ini
kami sedang mengungsi di posko pengungsian yaitu di pos koramil oksibil tanpa
membawah apapun yang ada hanya pakaian di badan dan sudah 5 hari kami tinggal
tanpa apapun dengan demikian kami berharap pemerintah daerah segerah mencarikan
solusi bagi kami agar kami juga bisa tinggal dengan tenag dan melakukan
aktifitas kami sebagaimana mestinya, saya lihat samapai saat ini pemerintah
tidak sepenuh hati memperhatikan kami pada hal kami ini juga baian dari
masyarakat pegubin yang nota benenya menghidupkan perekonomian di daerah ini
terutama ibu kota kabupaten dengan demikian saya harap pemerintah dengan jelih
melihat kami ini.

Selain itu haji mansyur juga menuturkan samapi saat ini sebagaian dari kami yang korban sudah menginggalkan kota oksibil dan kekampung halaman, itu semua karena keterlambatan dalam menangani musibah ini, untuk itu saya berpesan jika pemerintah merasa bahwa kami juga bagian dari masyarakatnya maka tolong mempercepat penangannya agar kami tidak membebankan keluarga besar tni yang ada di koramil ini.

BACA JUGA : KAPOLRES OKSIBIL SUDAH TETAPKAN 5 TERSANGKA TERKAIT KEBAKARAN RATUSAN RUKO DI OKSIBIL

Sementara itu hironimus bamulki sekalu tokoh adat di wilayah distrik oksibil menuturkan, saya juga menyesal dengan lambatnya pemerintah untuk menangani korban di oksibil ini, pada hal korban ini adalah bagian dari lumbungnya pemerintah sebab mereka inilah yang menggerakan rodah perekonomian di daerah ini, yak arena ada mereka maka kami bisa beli beras, garam dan pakaian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan demikian saya sebagai orang tua dari para korban saya menyesal dengan lambatnya pemerintah dalam mengangani hal ini. Ia juga menambahkan saya paham kejadian ini terjadi karena bukan disuruh oleh masyarakat tetapi kejaian ini terjadi karena murni di pengaruhi minuman keras tetapi korban adalah masyarakat kita sehingga perlu memeberikan perhatian penuh kepada mereka terutama tempat tinggal dan tempat usaha mereka. (pungkasnya)

BACA JUGA : WABUB PEGUNUNGAN BINTANG HIMBAU WARGA KOTA OKSIBIL TIDAK TERMAKAN ISU TERKAIT SITUASI PAPUA