Papua,
“tabloidnusantara.com” – Kapolres Asmat AKBP Andi Yoseph Enoch, beserta 15
anggota, berhasil menemukan empat jasad yang diduga pendulang emas yang menjadi
korban pembantaian di Camp Kelapa 7, wilayah
Kabupaten Yahukimo, Papua.
Proses
pencarian yang dimpin langsung Kapolres Asmat, menemukan jasad di lokasi pendulangan dalam tumpukan bekas pembakaran.
Kondisinya sudah hangus terbakar dan hanya menyisahkan tulang belulang.
Selain
jasad tersebut, polisi juga menemukan 148 pendulang yang berhasil selamat dalam
penyerangan itu. Mereka ditemukan bersembunyi di tengah hutan.
AKBP Andi Yoseph Enoch
mengatakan, jasad korban dan para pendulang yang selamat akan dievakuasi dari Kampung Mabul ke
Agats, ibu kota Kabupaten Asmat menggunakan perahu mesin, Sabtu (7/9/2019) hari ini.
Perjalanan
dari titik penjemputan di Kampung Mabul ke kota Agats diperkirakan akan memakan
waktu sekitar 10 jam, sebelumnya Jenazah dan pendulang selamat sudah dievakuasi
ke kampung Mabul, Distrik Koroway Buluanop pada hari Jumat 6 September 2019.
Dari
537 orang penambang yang berada di posko pengungsian, sebanyak 473 orang
pengungsi telah diserahkan kepada pihak keluarga atau ketua kerukunan/paguyuban.
Sedangkan
sisanya yakni 64 orang masih berada di Posko pengungsian dan 9 orang masih
dalam perawatan medis di RSUD Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel.
Kabid Humas Polda Papua
Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, penambang yang telah masuk di
Posko Kemanusiaan Kabupaten Boven Digoel sebanyak 537 orang hingga Jumat
(6/9).
“Sedangkan 527 orang yang terbagi dua gelombang berhasil di
evakuasi, 417 orang tiba pada hari Kamis (5/9/2019) dan
120 orang tiba pada hari Jumat (6/9/2019) secara bertahap dari pukul 00.15 WIT hingga
pukul 15.00 WIT,” kata Kamal dalam keterangan pers, Jumat.
Dari 537 orang penambang
yang berada di posko pengungsian, sebanyak 473 orang pengungsi telah diserahkan
kepada pihak keluarga atau ketua kerukunan/paguyuban. “Sisanya yakni
64 orang masih berada di Posko pengungsian dan 9 orang masih dalam perawatan medis
di RSUD Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel,”Ujarnya.
Pada Jumat pagi, Kapolres
Boven Digoel bersama Dandim melibatkan 4 personel gabungan menggunakan
helikopter menuju ke Kawi, Kabupaten Pegunungan Bintang, tempat berkumpulnya
para korban selamat.
Mereka membawa bahan makanan untuk diberikan
kepada para korban. Diperkirakan para korban yang masih belum dievakuasi di
sana sebanyak kurang lebih 700 orang.
“Saat ini tim gabungan telah mengirimkan
10 longboat untuk melakukan evakuasi para korban dari daerah Kawi, dimana jarak
dari Kabupaten Boven Digoel ke daerah Kawi ditempuh selama 1 hari
lebih,” katanya.
Kombes Kamal mengatakan, insiden pembantaian
terjadi pada Minggu (1/9). Para pendulang yang berada di lokasi pendulangan di
Kabupaten Yahukimo diserang oleh sekelompok masyarakat yang diperkirakan
berjumlah 100 orang.
Sekelompok masyarakar tersebut mempersenjatai
diri dengan busur panah, tombak dan parang. Mereka menyerang masyarakat
pendatang asal berbagai daerah yang melakukan pendulangan di wilayah itu.
“Akses untuk keluar dari lokasi dulang
melewati darat ke Kabupaten Boven Digoel dan akses sungai menuju Kampung Mabul,
Distrik Korowai Buluanok, Kabupaten Asmat,” sebut Kamal.
Hingga saat ini pihak
berwenang belum mengeluarkan berapa jumlah korban tewas, setelah informasi awal disebutkan lima orang.