Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

PANGLIMA TNI DAN KAPOLRI AMBIL ALIH PENANGANAN KERUSUHAN PAPUA

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan terbang menuju Papua dan Papua Barat. Tujuan mereka ke sana untuk melakukan pengendalian dan dialog dengan beberapa tokoh penting di Papua. Bahkan, rencananya mereka akan berkantor sementara hingga situasi kondusif.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Panglima TNI Marsekal Hadi
Tjahjanto  dan Kapolri
Jenderal Tito Karnavian akan terbang menuju Papua dan Papua Barat. Tujuan
mereka ke sana untuk melakukan pengendalian dan dialog dengan beberapa tokoh
penting di Papua. Bahkan, rencananya mereka akan berkantor sementara hingga situasi kondusif.

Terkait
dengan perkembangan situasi dan kondisi kerusuha di Papua dan Papua Barat,
dengan adanya pihak asing dibalik kerusuhan demontrasi
di Papua dan papua Barat.

Dimana
sebelumnya Kapolri menegaskan bahwa perkembangan situasi di papua maupun Papua
Barat sudah mulai kondusif dan aman. “Jadi semua masyarakat
Papua maupun Papua Barat dapat beraktifitas seperti sedia kala dan juga
melakukan kepastian pelaksanaan penegakan hukum disitu.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian beserta rombongan direncakan akan mendarat sekiatar pukul 15.30 WIT diBandara Sentani Jayapura. “Dan langsung akan berkantor di Papua dengan waktu yang belum bisa ditentukan, dengan melihat perkembangan situasi.

Kapolri dan Panglima TNI bertemu dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat papua

Hingga saat ini, dalam
rangka mengamankan situasi dan kondisi stabilitas keamanan di Papua dan Papua
Barat, Tercatat ada sekitar 6.000 pasukan
gabungan TNI-Polri yang diperbantukan untuk menjaga wilayah di timur Indonesia tersebut.

Dimana Mereka disebar
di beberapa titik di antaranya Jayapura, Nabire, Paniai, Deiyai, Manokwari,
Sorong dan Fakfak.

Dalam
menjaga situasi agar secepat pulih kapolri sudah memerintahkan jajaranya untuk
pelarangan demonstrasi di dua wilayah tersebut. “Untuk menghindari tindakan
anarkis maupun konflik horisontal.