Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

TIGA MINGGU BERJALAN, PROSENTASE PENGERJAAN SASARAN TMMD KE-105 HAMPIR MENCAPAI TARGET

Timika,- “tabloidnusantara.com” – Pekerjaan sejumlah proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 1710/Mimika di Kp. Mandiri  Jaya Distril Wania Kab. Mimika sudah hampir rampung. Selasa, (30/07/2019).

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Timika,- “tabloidnusantara.com” – Pekerjaan
sejumlah proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh TNI Manunggal Membangun Desa
(TMMD) ke-105 Kodim 1710/Mimika di Kp. Mandiri 
Jaya Distril Wania Kab. Mimika sudah hampir rampung. Selasa,
(30/07/2019).

“Untuk pekerjaan yang saya survei hari
ini, Terutama MCK, penimbunan jalan dan Jembatan 1 saya pikir sudah diatas 75
persen, sudah hampir selesai, masih sekitar 
satu minggu lagi waktu efektif,diharapkan H-3 Upacara penutupan semua
sasaran fisik sudah mencapai 100% sehingga sisa waktu yang ada bisa digunakan
untuk mempersiapkan upacara penutupan” ungkap Pasiter Kodim 1710/Mimika
Kapten Inf Akhmad Zaini.

Pembangunan MCK, penimbunan jalan dan pembangunan jembatan.

Selain itu, Kapten Inf Akhmad Zaini mengatakan
bahwa pekerjaan sasaran jembatan 1 yang menghubungkan dua komplek perumahan
warga dikampung Mandiri Jaya juga sudah mencapai 80 persen jadi sisa 1 dari 2
buah jembatan lagi dan rencananya hari ini sudah bisa dilaksanakan pengecoran.

“Tiga buah MCK juga sudah mau selesai,
sudah mencapai 85 persen juga, tinggal selesaikan  pemasangan keramik dan pengecatan. Kemudian
penimbunan jalan juga sudah hampir selesai sudah mencapai 95 persen, tinggal
merapikan saja,” tambahnya.

Pasiter juga berharap selama pelaksanaan TMMD
di Kp. Mandiri Jaya ini  tidak ada
kendala yang berarti, sehingga seluruh proses pekerjaan yang dikerjakan oleh
personel Satgas TMMD bisa selesai tepat waktu.

“Saya berharap tidak ada kendala yang
berarti selama pengerjaan sampai dengan penutupan, sehingga semua bisa bekerja
dengan baik. Tinggal ada beberapa yang kurang dari yang saya koreksi yaitu
masalah kerapian. Itulah fungsinya dibentuk pengawas, karena kita TNI bekerja
tidak asal-asalan,” pungkasnya.