Papua, “tabloidnusantara.com”, (14/07) – Pencarian Helly TNI
AD MI 17 yang lost contact di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang pada hari ke
17 ini terus dilakukan mealui pantauan udara dengan menggunakan Helly Bell TNI
AD HA-5177 yang dipiloti oleh Kapten Cpn Ferdy Leorocha (Pilot) dimana dipimpin
langsung oleh Mayor Cpn Athenius Murib (Wadan SKuadron 21/Sena).
Pencarian hari ke 17 dimulai pada pukul 07.45 WIT yang
takeoff sorti 1 dari Apron Baru Bandara Oksibil menuju area Gunung Botak,
Kampung Bulangkop, Distrik Okaom.
Pencarian yang dilakukan menggunakan Helly Bell TNI AD
HA-%177 kurang lebih 2 jam kemudian landing di Bandara Oksibil. Pencarian
tersebut belum menemui titik terang keberadaan Helly TNI AD MI 17.
Pencarian kembali dilakukan pada pukul 10.48 WIT hingga pukul
12.20 WIT dan tidak mendapatkan hasil keberadaan Helly yang Lost Contact
tersebut. Pencarian dihentikan karena kondisi cuaca di wilayah Pegunungan
Bintang mulai memburuk.
Ditempat lain, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua
Pandit Sembiring menegaskan pencarian Helikopter MI 17 nomor seri HA-5138 tetap
terus dilakukan hingga ditemukan.
“Untuk Heli, sampai kini belum ditemukan, bersabar, tapi
tetap kami lakukan pencarian,” jelas Pangdam.
Papua mempunyai cuaca yang terbilang ekstrem dengan hutan di pedalaman yang sangat lebat dan kontur pegunungan yang menjulang dan curam. Ketika ditanya soal senjata api yang dibawa kru heli dan lima personel Satgas Pamtas 725/WRG yang ikut hilang kontak dan dikhawatirkan ditemukan oleh oknum tidak bertanggung jawab atau dari KKSB, Pangdam tidak menyebutkan jumlahnya.
“ Jadi, ini soal resiko dalam suatu operasi . Kalau pesawat jatuh, kami tidak tahu. Itukan amunisi dari anda (wartawan), belum tentu juga ditemukan, buktinya pesawat heli Super Puma milik TNI AD, jatuh itu 2,5 tahun baru ditemukan dan manusianya dalam keadaan utuh (termasuk senjata api),”tutup Pangdam.