Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HANKAM

SIMPATI PADA KEPEDULIAN SATGAS PAMTAS YONIF PR 328/DGH, WARGA KEEROM SERAHKAN SATU PUCUK SENJATA API RAKITAN DAN MUNISI

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) selalu berpegang teguh kepada doktrin-doktrin TNI yang selalu menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas dimanapun. Dengan kerendahan hati dari Personel Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, membuat seorang Warga bersimpati dan dengan sukarela menyerahkan sebuah senjata api rakitan dan 4 butir munisi kaliber 5,56 mm miliknya yang sudah lama disimpan, Jum’at (26/04)

Dengan kerendahan hati dari Personel Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Dalam Menjalankan Tugasnya, Membuat Warga Yang Berinisial NW Bersimpati Untuk Menyerahkan Senjata Rakitan Secara Sukarela.

Dalam
melaksanakan tugasnya sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas
Pamtas) selalu berpegang teguh kepada doktrin-doktrin TNI yang selalu menjadi
pedoman dalam melaksanakan tugas dimanapun. Dengan kerendahan hati dari
Personel Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, membuat seorang Warga bersimpati dan
dengan sukarela menyerahkan sebuah senjata api rakitan dan 4 butir munisi
kaliber 5,56 mm miliknya yang sudah lama disimpan, Jum’at (26/04)

Dijelaskan
oleh Dansatgas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M. Tr (Han)
bahwa pada saat Pos Skamto melaksanakan sweeping malam sekitar pukul 21.30 Wit,
Warga a.n. NW (28 Th) yang mengendarai sepeda motor dari arah Jayapura menuju
rumahnya di Keerom beristirahat dan meminta air minum kepada Personel Satgas,
“Namun melihat kondisi NW ini seperti kurang sehat, Danpos Lettu Inf Ferly
memerintahkan tim kesehatan Pos untuk memeriksa NW dan memberinya vitamin dan
obat-obatan,” Ujarnya. “Saat keluarga NW terkena musibah banjir bandang di
wilayah Sentani Personel Satgas juga mengunjungi rumah NW yang berada di Keerom
dan memberikan bantuan untuk meringankan beban dari keluarga NW dengan
memberikan bahan makanan, baju-baju layak pakai serta beberapa ikan lele yang
merupakan hasil ternak Pos Skamto,” Tambahnya.

Atas
kerendahan hati dan bersimpati kepada Personel Pos Skamto, NW pun mengunjungi
Pos Skamto dengan membawakan daging rusa yang merupakan hasil buruan NW di
wilayah Waris dan mengatakan bahwa dirinya memang memiliki senjata api rakitan
warisan dari orang tuanya yang sudah meninggal.

“Sontak
setelah mendengar perkataan NW, Personel Satgas pun memberikan penjelasan
mengenai adanya larangan dan sanksi apabila menyimpan senjata api illegal,”
Imbuhnya.

“Setelah
mendengar penjelasan dari Personel Satgas dan juga merasa simpati dengan
kerendahan hati Personel Satgas kepada keluarganya, NW pun menyerahkan satu
pucuk senjata api rakitan dan 4 butir munisi kaliber 5,56 mm yang dimilikinya
secara sukarela,” Tambahnya.