Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

NASDEM KELUARKAN 10 POIN KEGANJILAN TERKAIT TERCOBLOSNYA SURAT SUARA DI MALAYSIA

Jakarta. Kecurigaan, Partai NasDem terhadap temuan surat suara di Malaysia, yang berawal dari laporan relawan PADI (Prabowo-Sandi). Bagi NasDem, ada yang janggal.

Jakarta. Kecurigaan, Partai NasDem terhadap temuan surat
suara di Malaysia, yang berawal dari laporan relawan PADI (Prabowo-Sandi).
Bagi NasDem, ada yang janggal.

“Saya ndak habis pikir, yang notabennya surat suara itu
kan dalam pengawasan PPLN, Pawaslu Luar Negeri dan apparat keamanan, kok bisa
keluar dan tercoblos segitu banyaknya dan di temukan di sebuah ruko kosong diwilayah
yurisdiksi di luar Kedutaan Indonesia,” kata Ketua DPP Partai NasDem Willy
Aditya kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Willy membuat 10 poin analisis soal peristiwa temuan surat
suara tercoblos itu. Berikut analisis selengkapnya (tanpa diedit):

Menyikapi
dinamika yang berkembang di Selangor Malaysia, dengan kasus tercoblosnya partai
dan calon tertentu, berikut ini sikap resmi DPP Partai NasDem:

  1. Pemungutan suara di Malaysia
    menggunakan tiga metode pemberian suara a. Pemberian suara di TPS b.

    Pemberian suara
    dengan Kotak Suara Keliling dan c. Pemberian suara via amplop.

    2. Video yang
    viral soal suara yang tercoblos jika diamati sepintas adalah surat suara yang
    akan dikirim dengan pos.

    3. Ada
    keganjilan dalam video tersebut yaitu amplop yang ada belum terkirim tetapi
    sudah dicoblos. Logikanya jika amplop sampai ke tangan penerima tentu akan
    muncul persoalan.

    4. Keganjilan
    lain adalah bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar
    Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalam jumlah cukup besar ke
    sebuah ruko kosong ke wilayah yurisdiksi di luar kedutaan Indonesia.

    5. Keganjilan
    berikutnya adalah ruko kosong itu ditemukan seseorang lalu diviralkan.

    6. Maka sangat
    mungkin kejadian di Malaysia ini sarat dengan kepentingan politik untuk
    mendelegitimasi Pemilu dan pihak penyelenggara Pemilu oleh pihak-pihak yang
    takut kalah dengan menyebut bahwa Pemilu curang dsb. Fakta ini beriringan
    dengan fakta di berbagai survei menjelang 17 April kubu Prabowo Sandi telah
    kalah oleh Jokowi Makruf Amin.

    7. Karena itu
    NasDem mendorong pihak Bawaslu Republik Indonesia dan Kepolisian RI untuk
    mengusut tuntas kasus ini apakah ini fakta atau rekayasa politik untuk
    mendelegitimasi Pemilu.

    8. NasDem
    mendorong dibukanya secara terang benderang kasus ini di hadapan hukum untuk
    memastikan Pemilu berjalan dengan luber dan jurdil.

    9. NasDem
    sepakat jika kasus ini belum tuntas pemungutan suara di Malaysia sebaiknya
    ditunda.

    10. Jika fakta
    ini adalah sebuah pidana Pemilu, maka NasDem mendorong utk mengusut semua pihak
    tanpa kecuali dan bertanggung jawab di depan hukum.

Berangkat
dari poin-poin tersebut Partai NasDem mengimbau semua pihak untuk berhati-hati
dengan skenario kotor (dirty operation) dari kasus surat suara di Selangor.
Sebab, kuat diduga ada yang main api untuk membakar rumah sendiri. 

Jakarta, 11
April 2019

Willy Aditya
Ketua DPP Partai
NasDem