Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

ERUPSI GUNUNG MERAPI, 635 ORANG PENGUNGSI, KETERSEDIAAN LOGISTIK AMAN

JATENG, “tabloidnusantara.com” – Warga sekitar Gunung Merapi mengungsi akibata ativitas vulkanik dari gunung merapi, yang berpotensi erupsi.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

JATENG, “tabloidnusantara.com” – Warga sekitar
Gunung Merapi mengungsi akibata ativitas vulkanik
dari gunung merapi, yang
berpotensi erupsi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto saat meninjau pos pengungsian
Merapi di Balai Desa Deyangan, Mertoyudan, menyampaikan bahwa hingga saat ini
warga yang mengungsi terus bertambah.

Selain itu, titik pos pengungsian juga bertambah ditiga tempat, menjadi tujuh titik pos pengungsian hingga saat ini.

BACA JUGA : CEGAH WABAH PENYAKIT, BABINSA KORAMIL 1710-01/KOKONAO KARYA BHAKTI BERSAMA WARGA

Dari data yang kami himpun hingga saat ini Sabtu
(7/11/2020), ada 635 orang pengungsi yang berasal dari Desa Ngargomulyo, Paten,
Kecamatan Dukun, dan sekitaran gunung merapi.”ujar.

Untuk diketahui, pos pengungsian Merapi di wilayah
Kabupaten Magelang hanya ada empat titik antara lain, balai Desa Deyangan,
Balai Desa Mertoyudan, Balai Desa Banyurojo, dan Balai Desa Tamanagung dan
sekarang kita tambah di Balai Desa Tamanagung, di tiga gedung lainnya, yakni
Gedung Muhammadiyah, Gedung PPP, dan Gedung PDI, ditambah lapangan futsal. “tegasnya.

Sementara terkait dengan logistik, Edi mengatakan,
pihaknya sejak awal sudah mengetahui jumlah penduduk di beberapa desa yang akan
mengungsi. Ia memastikan logistik akan tersedia sampai tiga hari ke depan.

Dari di sembilan dusun di tiga desa yang akan mengungsi itu jumlah penduduknyakurang lebih 2.625 orang. Sekarang ini yang sudah mengungsi 635 orang. Jadi sisanya masih dalam pantauan kita, dan kita sudah siaga apabila sisanya nanti juga mengungsi,” paparnya.

Dengan status siaga level III Merapi ini,
masyarakat juga turut berperan serta memberikan bantuan kepada para warga yang
mengungsi di pos-pos pengungsian. Seperti memberikan bantuan dalam bentuk gas,
tikar, dan kebutuhan untuk pengungsi lainnya.

“Inilah nafas Indonesia, Masyarakat bergotong royong bahu membahu memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi. Mari bagi siapa saja yang akan memberikan bantuan silahkan bisa langsung ke pos-pos pengungsian yang ada,” pungkas Edi.

Sumber : Diskominfo Jtg