Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

BELAJAR SEJARAH , “LEBIH MENGENAL SUKU KAMORO LEWAT PAMERAN BUDAYA

Jakarta, “tabloidnusantara.com” – Pameran dan Lelang Seni Ukir dan Anyaman Suku Kamoro“, yaitu Suku yang tinggal di wilayah pesisir Selatan Papua di Kabupaten Mimika, Pameran seni budaya yang di gelar oleh, “Yayasan Lontar bekerjasama dengan Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe dan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Darmawangsa Residences, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kamis,(5/12)

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Jakarta, “tabloidnusantara.com” – Pameran dan Lelang Seni Ukir dan Anyaman Suku Kamoro“, yaitu Suku yang tinggal di wilayah pesisir Selatan Papua di Kabupaten Mimika, Pameran seni budaya yang di gelar oleh, “Yayasan Lontar bekerjasama dengan Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe dan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Darmawangsa Residences, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kamis,(5/12)

Ketua Yayasan Maramowae Weaiku Kamorowe Herman Kiripi pura asli Kamoro menjelaskan Pameran Budaya Suku Kamoro akan dibuka untuk umum selama 2 hari pada tanggal 6 dan 7 Desember 2019 untuk memperkenalkan budaya dan seni Suku Kamoro lebih dekat khususnya kepada generasi muda Papua tujuannya untuk mengetahui sejarah nenek moyang suku Papua.

“Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Suku Kamoro yang tercermin dalam karya seni dan budayanya ke penjuru Indonesia. Tapi lebih penting dari itu, kami juga ingin memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Suku Kamoro kepada anak-anak muda Papua agar mereka bisa mengetahui asal usul nenek moyang mereka,” kata Herman dalam keterangan persnya kepada Papuanews.

BACA JUGA : “STAND CENDERAWASIH RAIH PREDIKAT FAVORIT DALAM GEBYAR KARYA PERTIWI 2019“

Sedangkan Yayasan Lontar melalui
Direktur Eksekutif, Yuli Ismartono juga berpendapat pameran ini bertujuan
melestarikan budaya suku Kamoro agar tidak punah dengan seiring berjalannya
waktu.

“Karya seni ukir dan anyam
merupakan bentuk penuturan yang dilakukan Suku Kamoro dalam mewariskan budaya
dan kearifan lokal ke generasi berikutnya. Karena itu, kami berupaya
melestarikan seni ukir dan anyam ini sebagai akar tradisi Suku Kamoro agar
pengetahuannya tidak lenyap begitu saja tanpa bekas. Kami meyakini bahwa
kearifan lokal ini bisa berkontribusi besar kepada kekayaan pengetahuan secara
global,” tutur Yuli.

Begitu pula PT Freeport Indonesia (PTFI) sangat mendukung Pameran tersebut untuk merekatkan kekayaan keberagaman budaya Indonesia.

“Karya seni Kamoro menjadi salah
satu perekat keberagaman Indonesia, kiranya masyarakat Indonesia dapat lebih
mengenal khasanah budaya Indonesia melalui event ini,” tegas Tony Wenas,
Presiden Direktur PTFI

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemkab Mimika, Muhammad Thoha mendukung dan mengapresiasi pameran yang menampilkan seni dan budaya tradisional Suku Kamoro seperti ritual alam, upacara adat, seni ukir, anyaman, tarian dan hasil kerajinan yang memiliki kemampuan tinggi dalam hal seni ukir.

BACA JUGA : DANREM 172/PWY : PAPUA MEMILIKI GENERASI MUDA BERJIWA SENI

“Seni dan budaya Suku Kamoro
menjadi salah satu potensi pengembangan pariwisata di Kabupaten Mimika. Ukiran
Kamoro kini memiliki kualitas yang tidak kalah dengan ukiran Asmat. Sinergi
antar pemangku kepentingan di Timika bagi pengembangan ukiran Kamoro seperti
yang dilakukan melalui event ini, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi
masyarakat Kamoro,” kata Muhammad Thoha.