Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

BAHAS SITUASI MYANMAR, PRESIDEN JOKOWI DAN PM MUHYIDDIN YASSIN DORONG PERTEMUAN MENLU ASEAN

Jakarta, “Tabloidnusantara.com, – Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin turut membahas sejumlah isu regional saat keduanya bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 5 Februari 2021. Isu kawasan yang dibahas keduanya antara lain mengenai perkembangan politik di Myanmar yang mendapat perhatian khusus dari keduanya.


Jakarta, “Tabloidnusantara.com, – Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin turut membahas sejumlah isu regional saat keduanya bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 5 Februari 2021. Isu kawasan yang dibahas keduanya antara lain mengenai perkembangan politik di Myanmar yang mendapat perhatian khusus dari keduanya.

“Kita prihatin dengan perkembangan politik di Myanmar dan kita berharap perbedaan politik itu dapat diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Presiden Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers bersama PM Muhyiddin Yassin di Ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta.

Baca Juga : PRESIDEN MINTA IMPLEMENTASI KONKRET DARI PPKM

Untuk mewujudkan visi komunitas ASEAN, kata Presiden Jokowi, penting bagi semua negara anggota untuk terus menghormati prinsip-prinsip piagam ASEAN terutama prinsip _rule of law_, _good governance_, demokrasi hak asasi manusia, dan pemerintahan yang konstitusional.

Baca Juga : PENANGANAN COVID-19, PANGDAM CENDERAWASIH IKUTI RAPAT KOORDINASI TERPUSAT

“Sebagai satu
keluarga, kita minta dua menteri luar negeri untuk berbicara dengan Chair ASEAN
guna menjajaki dilakukannya pertemuan khusus menteri luar negeri ASEAN mengenai
perkembangan Myanmar,” imbuhnya.

Sementara itu, PM
Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa Malaysia juga memandang serius keadaan
politik saat ini di Myanmar dan mendukung digelarnya pertemuan para menteri
luar negeri ASEAN. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan sebuah langkah mundur
dalam proses demokrasi di Myanmar.

“Kerusuhan
politik di Myanmar dikhawatirkan dapat mempengaruhi perdamaian dan stabilitas
di kawasan,” ujar PM Muhyiddin

(Adm/Nat)