Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

PETINGGI TNI BERTEMU MASYARAKAT PENGUNGSI BANJIR BANDANG SENTANI

Jayapura. Bencana Alam banjir bandang Sentani, Jayapura menyisahkan duka mendalam bagi kita semua. Terutama warga yang terdampak langsung bencana. Korban jiwa, kehilangan anggota keluarga yang dicintai, kerusakan materiil dan kehilangan harta benda semakin menambah duka bagi korban.


Jayapura. Bencana Alam banjir bandang Sentani, Jayapura menyisahkan duka mendalam bagi kita semua. Terutama warga yang terdampak langsung bencana. Korban jiwa, kehilangan anggota keluarga yang dicintai, kerusakan materiil dan kehilangan harta benda semakin menambah duka bagi korban.

Sabtu. 23/032019, Telah mengetuk
pintu hati petinggi-petinggi TNI dan Polri, disela-sela kesibukanya Panglima
TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P., dan Jenderal Pol. Prof. Drs. H.M. Tito
Karnavian, Ph.D., didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua,
mengunjungi para pengungsi dampak banjir bandang, Sentani, Jayapura, Papua.
Sabtu 16/032019 yang lalu.

Hingga kini sesuai data yang
dihimpun oleh Posko Induk Gunung Merah Sentani up date pada 23/03/2019 pukul
06.00 Wit tercatat 112 jiwa meninggal dunia (MD) terdiri dari 105 jiwa di
Kabupaten dan 7 jiwa di Kodya. Dinyatakan hilang 94 orang. Jumlah pengungsi
mencapai 11.589 orang (2718 KK) tersebar dalam 29 titik pengungsian yang
dikoordinir dalam 06 zona pengungsian.

Salah satu yang paling terdampak oleh duka bencana alam ini adalah kelompok anak-anak. Disela-sela kunjuangannya Panglima TNI dan Kapolri selain mengdengar aspirasi masyarakat, beliau mendekati anak-anak, berinisiatif, mengajak bermain dan bercanda, tertawa dan bahkan mengendongnya.

Walau hanya hitungan menit kedatangan beliau sangatlah membantu kami disini, itulah salah satu wujud perhatian kepedulian beliau-beliau kepada kami semua di sini, kami berharap apa yang kami sampaikan ke Bapak Panglima TNI dan Bapak Kapolri, bisa sampai ke pemerintah pusat, apa yang kami butuhkan saat ini.”Kris Rumbiak warga pengungsi di cam gunung merah.