Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BERITA

KEMBALI TUNJUKAN KEPERCAYAANNYA KEPADA SATGAS YONIF 725/WRG, SEORANG WARGA SERAHKAN SENPI RAKITAN

Keerom, “tabloidnusantara.com” – Seorang warga perbatasan lagi-lagi menyerahkan satu pucuk senjata rakitan jenis Revolver beserta 4 butir munisi kaliber 9 mm kepada anggota Pos Kout Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Wrg pimpinan Wadan Satgas Mayor Inf Basuki Rahmat S, Ag. “Minggu, (28/07/2019).

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


Keerom, “tabloidnusantara.com” – Seorang warga perbatasan lagi-lagi
menyerahkan satu pucuk senjata rakitan jenis Revolver beserta 4 butir munisi
kaliber 9 mm kepada anggota Pos Kout Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Wrg
pimpinan Wadan Satgas Mayor Inf Basuki Rahmat S, Ag. “Minggu, (28/07/2019).

Penyerahan senjata rakitan beserta munisi secara sukarela
yang dilakukan oleh Saudara X yang enggan disebutkan identitasnya tersebut
merupakan wujud kepercayaannya kepada anggota Satgas Yonif 725/Wrg yang sedang
melaksanakan tugas pengamanan perbatasan antara Republik Indonesia (RI) – Papua
New Guinea (PNG).

Menurut Wadan Satgas Mayor Inf Basuki Rahmat, kepemilikan senjata rakitan tersebut pernah digunakan oleh saudara dari (X) yang telah meninggal dunia pada saat konflik sosial pada tahun 2013 dengan maksud untuk melindungi diri.

“Saudara X mengaku bahwa senjata rakitan ini digunakan
oleh saudaranya yang telah meninggal dunia untuk melindungi diri saat konflik
sosial pada tahun 2013 silam, namun karena keresahannya akan keberadaan senjata
api tersebut dan kepercayaannya kepada kami, yang bersangkutan kemudian secara
sukarela menyerahkan senjata tersebut kepada kami untuk diamankan”, jelas
Mayor Basuki.

Sementara itu, Dansatgas Letkol Inf Hendry Ginting S.,
S.I.P., mengatakan bahwa penyerahan senjata api yang dilakukan oleh seorang
warga tersebut didasari atas pendekatan yang dilakukan secara persuasif oleh
anggotanya.

“Selama melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG,
kami berusaha untuk terus berbaur dan mengajak hidup damai dan tentram dengan
berbagai macam kalangan, serta memberikan pandangan tentang bahaya menyimpan
senjata api, alhasil dengan sendirinya masyarakat menerima dan menyerahkan
Senpi yang disimpannya selama bertahun-tahun secara sukarela”, ujar
Dansatgas.