Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

SATGAS PAMTAS YONIF PR 328/DGH, AMANKAN TOKOH TRWP

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan bahwa penangkapan bermula saat rombongan Simpatisan TRWP tersebut melintasi Pos penjagaan Satgas, “Mereka datang dari arah PNG menuju Jayapura, dan saat akan melewati pos penjagaan dilakukan protap pemeriksaan rutin oleh Danru jaga provost a.n. Sertu Iwan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sebuah kartu identitas anggota TRWP didalam tas,” Ujarnya.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

Jayapura,
“tabloidnusantara.com” – Satu Tokoh TRWP beserta Tujuh simpatisannya, berhasil
diamankan Pos Kotis Satgas 328/DGH. Minggu (12/05).

Dansatgas
Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan
bahwa penangkapan bermula saat rombongan Simpatisan TRWP tersebut melintasi Pos
penjagaan Satgas, “Mereka datang dari arah PNG menuju Jayapura, dan saat akan
melewati pos penjagaan dilakukan protap pemeriksaan rutin oleh Danru jaga
provost a.n. Sertu Iwan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sebuah kartu
identitas anggota TRWP didalam tas,” Ujarnya.

Setelah
dilakukan pemeriksaan mendalam di Pos Kotis Satgas diketahui bahwa salah satu Simpatisan
TRWP merupakan Tokoh penting dari TRWP berpangkat Mayor Jendral, “Saat kita
lakukan pemeriksaan lebih lanjut banyak kami temukan dokumen-dokumen kegiatan
dari organisasi ini yang dilakukan di PNG seperti KTA TRWP, Laptop yang berisi
video kegiatan TRWP serta dokumen tertulis lainnya. Salah satunya merupakan
tokoh penting Organisasi ini sebagai penggalang dana untuk mendukung
kegiatan-kegiatan Organisasi mereka,” Ucapnya. “ada 8 simpatisan dengan
dipimpin oleh MW (50 Th) sebagai pimpinan rombongan ini, kemudian YT (40 Th),
MW (27 Th), EW (49 Th), HT (40 Th), FW (46 Th) dan BU (46 Th). MW (50 Th) ini
mengenali semua pejabat-pejabat dari Organisasi mereka,” Tambahnya.

Dansatgas
pun mengarahkan kepada para simpatisan TRWP tersebut agar kembali kepada NKRI
dan apa yang mereka lakukan selama ini salah, “Kami berikan pemahaman bahwa
Papua adalah bagian Indonesia, dan Pemerintah sudah berupaya untuk memajukan
Papua,” Lanjutnya.

Disalah
satu barang bukti juga diamankan sebuah laptop yang berisi foto-foto dan video
kegiatan-kegiatan dari Organisasi tersebut, “Untuk data-data ini akan kami
dalami kembali dengan berkoordinasi dengan satuan atas untuk ditindaklanjuti,”
Pungkasnya.