Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
HEADLINE

BERINTEGRITAS, SATGAS PAMTAS YONIF PR 328/DGH TERIMA DUA PENGHARGAAN

Jayapura, “tabloidnusantara.com” – Kedutaan Besar RI untuk PNG dan Kepulauan Salomon serta dari Balai Karantina Kesehatan Pertanian, memberikan penghargaan atas dedikasi Prajurit Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram


Jayapura, “tabloidnusantara.com” – Kedutaan
Besar RI untuk PNG dan Kepulauan Salomon serta dari Balai Karantina Kesehatan
Pertanian, memberikan penghargaan atas dedikasi Prajurit Pengamanan Perbatasan
(Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH.

Selama lima bulan bertugas menjaga
wilayah perbatasan antara Indonesia dan Papua New Guinea (RI-PNG), Satuan Tugas
Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH terus berdedikasi dalam
melaksanakan tugas mencegah segala bentuk tindak peredaran dan penyelundupan
barang-barang illegal dan terlarang.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH
Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan bahwa pemberian
penghargaan ini atas integritas dan kontribusi Satgas dalam menjaga keamanan di
wilayah perbatasan, “Dalam melaksanakan tugas apapun kami laksanakan dengan
penuh tanggung jawab sesuai dengan tugas pokok kami dalam menjaga wilayah
kedaulatan dan keamanan NKRI,” Ujarnya.

Dalam pembukaan kegiatan Festival
Crossborder Skouw 2019 tersebut, Satgas Pamtas menerima dua penghargaan dari
Kedutaan Besar RI untuk PNG dan Kepulauan Salomon serta dari Balai Karantina
Kesehatan Pertanian, “Pertama kami terima penghargaan dari Dubes RI Bapak Andriana
Supandy yang diserahkan langsung kepada Satgas, Bapak Dubes mengapresiasi
kinerja kami selama bertugas di wilayah perbatasan dalam mencegah masuk dan
keluarnya barang-barang illegal serta pelintas batas illegal,“ Ucapnya. “Dan
yang kedua kami menerima penghargaan dari Balai Karantina Kesehatan Pertanian
yang diserahkan langsung oleh Kepala Karantina Kesehatan Pertanian Bapak Muklis
Natsir atas kinerja kami yang menggagalkan masuknya Vanilli illegal dan kulit
kayu masohi illegal,” Tambahnya.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri
oleh Walikota Jayapura Bapak DR. Drs. Benhur Tomi Mano, MM., Assisten Deputi
Pengembangan Pemasaran I Regional 3 Kemenpar Bapak Muh. Ricky Fauziyani, Kepala
Koordinator PLBN Skouw Bapak Yan Numberi, Kepala Imigrasi Kelas I Jayapura Bapak
Gatot, Kepala Divisi Imigrasi Kemenkumham Bapak Hermansyah Siregar, Konsulat RI
di Vanimo Bapak Abraham Lobelauw.