Perusahan kendaraan lapis baja Turki FNSS dan mitranya dari
Indonesia, PT Pindad, menandatangani kontrak untuk bersama-sama memproduksi
tank tempur canggih generasi baru untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat
(TNI-AD). Tank medium-weight yang akan diproduksi ini bernama Kaplan MT.
Kesepakatan itu ditandatangani selama show kedirgantaraan
dan pertahanan IDEF (International Defence Industry Fair) di Istanbul, 30
April-3 Mei 2019.
Pada tahap awal, FNSS dan Pindad akan menghasilkan 18 tank
Kaplan MT dalam waktu dua tahun. Pada tahap kedua, sebagaimana dikutip Defense
News, Selasa (7/5/2019), tank tempur itu akan diproduksi massal.
Berdasarkan kesepakatan 2015, FNSS dan Pindad merancang,
mengembangkan dan membangun dua prototipe dari Kaplan MT. Prototipe telah lulus
uji lapangan di Turki dan Indonesia serta disertifikasi oleh militer Indonesia.
Kesepakatan itu merupakan bagian dari perjanjian kerja sama
industri pertahanan antara Turki dan Indonesia.
Prototipe pertama dari tank Kaplan MT dipamerkan selama IDEF
2017. Tank itu juga dipamerkan di Indonesia selama parade militer pada hari
ulang tahun (HUT) TNI.
Kaplan MT dilengkapi dengan sistem manajemen medan perang,
sistem interkom kru nirkabel, sistem navigasi, dan sistem pemadam api otomatis.
Tank ini dilengkapi dengan menara CMI Cockerill 3105 dengan
meriam tekanan tinggi Cockerill 105 mm. Meriam itu dilengkapi autoloader
canggih untuk menghasilkan tembakan cepat.
Senjata 105 mm dapat menembakkan amunisi standar NATO dan
dapat menghantam target pada jarak maksimum 10 km. Sistem senjata sekunder pada
tank mencakup senapan mesin koaksial 7,62 mm yang dipasang di sisi kiri senjata
utama.
Kaplan MT digerakkan oleh mesin diesel generasi baru yang
dipadukan dengan transmisi elektronik yang dikendalikan sepenuhnya otomatis.
Bahan bakar disuplai dari dua tangki bahan bakar terpisah.
Tangk ini memiliki kecepatan jalan maksimum 70 km/jam dan
jangkauan operasi minimum 450 km. Kendaraan tempur ini dapat menegosiasikan
gradien dan lereng samping masing-masing 60 persen dan 30 persen. Selain itu,
ia dapat memanjat rintangan vertikal 90 cm dan dapat melintasi parit dua meter.