NABIRE, “tabloidnusantara.com” – Setelah meresmikan pergantian nama Kodim 1705/Paniai menjadi Kodim 1705/Nabire, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A didampingi Danrem 173/PVB memberikan arahan kepada prajurit Se-Garnizun Nabire di Lapangan Serba Guna Yeheskiel M Hirwa, Makorem 173/PVB, Senin (11/01/2021).
Dalam arahannya tersebut Pangdam XVII/Cenderawasih mengatakan, kunci menjadi prajurit di wilayah Papua harus memiliki kedisiplinan yang tinggi, semangat dan kebanggaan sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan baik.
BACA JUGA : PANGDAM CENDERAWASIH RESMIKAN NAMA KODIM 1705/PANIAI MENJADI KODIM 1705/NABIRE
“Setiap
Prajurit harus memiliki disiplin, semangat yang tinggi dan memiliki kebanggaan
terhadap satuan masing-masing agar disetiap tugas yang diberikan dapat berjalan
dengan baik,”ucap Pangdam
“Untuk
menjaga itu semua, Prajurit harus mempunyai jiwa dan badan yang sehat yaitu
dengan menjalani pola hidup sehat, makan yang baik, melakukan olahraga dan
istirahat secara teratur, serta mengikuti protokol kesehatan dan mampu
memberikan contoh yang baik bagi masyarakat ditengah pandemi covid-19,”tambah
Pangdam.
Selanjutnya Pangdam juga menyampaikan rasa terima kasih serta kebanggaannya terhadap para Babinsa yang berdinas di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih.
“Saya sangat bangga terhadap para Babinsa disini, karena mereka mampu melakukan pembinaan 2 sampai 3 Desa bahkan lebih, apabila terjadi situasi yang emergensi atau permasalahan, Babinsa mampu mengetahui dan memahami karakter warga, sehingga dengan cepat dapat mencari solusi dalam permasalahan tersebut,”ujar Pangdam.
Diakhir
arahannya Jenderal Bintang Dua di Kodam XVII/Cenderawasih menekankan agar di
zaman era globalisasi digital yaitu dunia medsos para prajurit harus bisa
menyikapi medsos dengan bijaksana dan tidak mudah terprovokasi dengan berita
hoax yang belum tentu kebenarannya dan tidak benar sama sekali.
“Di era
Globalisasi ini, kita secara tidak
langsung sudah dikendalikan oleh Handphone, untuk itu kita harus membatasi
waktu penggunaan handphone dan bijak dalam penggunaan medsos agar kita semua
dapat memilih berita yang baik serta tidak terprovokasi dengan berita yang
belum tentu kebenarannya,”tegas Jenderal Bintang Dua tersebut.