Satuan Jajaran Kodim 1707/Merauke, Dalam Rangka Memperingati Isra’ Mi’raj, Adalah Sebagai Momentum Bagi Prajurit Untuk Mendekatkan Diri Kepada ALLAH SWT.
Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol Inf Eka Ganta Chandra, S.I.P. memimpin langsung kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 H/2019 M di Masjid AL Azhar Makodim 1707/Merauke Jln. Raya Mandala Distrik Merauke Kabupaten Merauke. Selasa (09/04/19).
Turut hadir pada kegiatan peringatan Isra’
Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Makodim 1707/Merauke kali ini Danramil
1707-05/Merauke Abd. Rahim AS., para Perwira Staf Kodim 1707/Merauke,
Dansubdenpom XVII-A/Merauke Kapten Cpm SIswanto, Perwira Keuangan Korem 174/ATW
Kapten Cku Akbar dan sedikitnya 200 orang anggota Kodim 1707/Merauke beserta
keluarganya.
Dalam sambutannya Dandim 1707/Merauke Letkol
Inf Eka Ganta Chandra, S.I.P. mengatakan bahwa Isra’ Mi’raj yang kita lakukan
ini dalam rangka memperingati perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW
dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Madinah) kemudian menuju ke
Sidratul Muntaha yang ditempuh dalam waktu satu malam.
Kagiatan secara rutin yang dilakukan setiap
tahunnya ini dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada
Allah SWT dan junjungan kita sebagai umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW serta
untuk merekatkan tali silaturahmi antar sesama umat Islam.
Sementara itu dalam Tausiyah/Makna dari
peringatan Isra’ Mi’raj yang disampaikan oleh Ustadz Wawan Gunawan selaku
pimpinan Pondok Pesantren DDI Lampu Satu Kab. Merauke mengatakan bahwa Isra’
Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa yang spektakuler dan tidak bisa
diterima dengan akal manusia yang terbatas namun hanya bisa diterima dengan
iman.
”Isra’ merupakan perjalanan di Bumi sedangkan
Mi’raj merupakan perjalanan keatas, maka dari itu Nabi Muhammad SAW
diperjalankan dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Madinah) kemudian
menuju ke Sidratul Muntaha”. kata Ustadz Wawan Gunawan.
”Tidak hanya itu saja, selama dalam perjalanan
pun Nabi Muhammad SAW diperlihatkan oleh Allah SWT tentang ciptaannya seperti
Surga dan Neraka dan kemudian setelah sampai di Sidratul Muntaha Nabi Muhammad
SAW mendapatkan perintah untuk melaksanakan Sholat 5 waktu dalam sehari
semalam”. jelasnya.