SIDOARJO, tabloidnusantara. Ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo mendadak kembali dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap Makan Bergizi Gratis. Gejala mual, muntah, hingga pusing muncul bersamaan dan membuat pesantren geger lagi.
Per Rabu siang, total 116 santri kembali telah dievakuasi ke enam rumah sakit di Sidoarjo. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina membenarkan data itu. Sebagian besar sudah bisa kembali ke rumah.
Dari 116 santri yang dirawat, sebanyak 106 orang dinyatakan pulang setelah kondisinya membaik. Sembilan santri lainnya masih menjalani rawat inap, dan satu orang masih dalam masa observasi.
Rumah sakit dengan penanganan terbanyak adalah RS Siti Hajar. Di sana dirawat 44 santri. Sebagian besar sudah dipulangkan, sementara lima orang masih mendapat perawatan.
RSUD RT Notopuro menangani 34 santri. Dua di antaranya masih dirawat inap dan satu masih diobservasi, sisanya sudah pulang.
RS Arafah Anwar merawat 14 santri dengan satu orang masih dirawat. RS Pusura Candi dan RS Rahman Rahim masing-masing menangani 13 dan 4 santri, dan semuanya sudah diperbolehkan pulang. RS DKT merawat tujuh santri, enam sudah pulang dan satu masih menjalani perawatan.
Lakhsmie memastikan tim kesehatan masih memantau perkembangan pasien yang tersisa. Ia belum merinci persebaran sembilan santri yang masih dirawat di rumah sakit mana saja.
Peristiwa ini bermula dari program MBG yang dikonsumsi para santri. Tidak lama setelah makan, mereka mengeluh sakit perut dan lemas hingga harus mendapat penanganan medis.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan. Jumlah pasien disebut dinamis karena pemantauan terus berjalan.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden keracunan MBG di sejumlah daerah. Di Sidoarjo, fokus kini ada pada pemulihan santri yang masih dirawat dan penelusuran sumber makanan agar kejadian serupa tidak terulang.
