Selasa, 22 September 2026
TABLOID NUSANTARA
KEBAKARAN

11 KORBAN KEBAKARAN PANIAI DIMAKAMKAN SATU LIANG, TANGIS KELUARGA PECAH DI NABIRE

NABIRE, tabloidnusantara. Duka mendalam menyelimuti Pemakaman Baru Samabusa, Kabupaten Nabire, setelah 11 korban tewas dalam kebakaran di kawasan Pasar Kampung Bapouda, Paniai Timur, dimakamkan dalam satu liang lahat, Rabu (9/9/2026).

Prosesi pemakaman berlangsung di tengah isak tangis keluarga dan warga. Kesebelas jenazah sebelumnya telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua.

Para korban terdiri atas Najamuddin (70), Wandi (36), Hasyim (30), Rizka Falma (28), Herlina (30) serta enam anak-anak, yakni Aska (9), Abie (6), Adit (5), Ardi (9), Icha (6), dan Ai Yusuf (2).

Kapolres Paniai AKBP Roycke Hendrik Fransico Betaubun mengatakan, seluruh jenazah tiba di Nabire sekitar pukul 07.00 WIT dengan pengawalan. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan dan disalatkan di salah satu masjid di Samabusa.

Prosesi pemakaman kemudian dimulai sekitar pukul 11.15 WIT dan berlangsung khidmat di hadapan keluarga serta masyarakat setempat.

“Proses pemakaman berjalan lancar dan khidmat di hadapan keluarga serta warga setempat. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran prosesi ini,” ujar Betaubun.

11 Nyawa Melayang, Puluhan Bangunan Ludes

Kebakaran maut tersebut terjadi di kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Selasa (8/9/2026).

Api menghanguskan 48 unit rumah dan kios serta menyebabkan 11 orang kehilangan nyawa. Enam di antaranya merupakan anak-anak.

Tragedi tersebut kini menyisakan pekerjaan besar bagi aparat penegak hukum. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang merenggut 11 nyawa tersebut.

Hingga proses pemakaman selesai, penyebab kebakaran belum disimpulkan oleh kepolisian. Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan bagaimana api bermula dan faktor yang menyebabkan kebakaran dengan cepat meluas di kawasan pasar tersebut.

Di satu liang lahat di Samabusa, 11 korban akhirnya dimakamkan bersama. Namun, pertanyaan mengenai penyebab kebakaran yang merenggut mereka masih menunggu jawaban dari hasil penyelidikan kepolisian.