Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

DYNASTY WISATA “BATU ANGKRUK” TAWARKAN SISI LAIN KEINDAHAN DIENG

WONOSOBO, “tabloidnusantara.com” – Dalam situasi serangan dampak Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia tidak menyurutkan kreativitas para pelaku wisata, khususnya warga masyarakat di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo.

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

WONOSOBO, “tabloidnusantara.com” – Dalam situasi
serangan dampak Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia tidak
menyurutkan kreativitas para pelaku wisata, khususnya warga masyarakat di
kawasan Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo.

Venomena objek wisata di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar tersebut, dinamakan “Batu Angkruk” yang berdiri di ketinggian lebih dari 1.700 meter di atas permukaan laut ini menyuguhkan sebuah keindahan spot menarik berupa jembatan kaca di ketinggian yang memungkinkan para wisatawan, menikmati landscape khas dataran tinggi Dieng secara lebih leluasa.

BACA JUGA : BELAJAR SEJARAH , “LEBIH MENGENAL SUKU KAMORO LEWAT PAMERAN BUDAYA

Meski saat ini masih dalam masa Pembatasan Sosial Bersekala
besar ( PSBB ) objek wisata “Batu Angkruk” belum dibuka untuk umum.

Penasehat Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Wonosobo,
Agus Purnomo menyampaikan, “Keunggulan dari spot jembatan kaca ini adalah
sangat cocok untuk berfoto karena berada pada titik yang tepat didukung latar
belakang indahnya pemandangan alam.

Selain itu Ditambah lagi dengan tantangan berupa uji
adrenalin, bagi yang merasa takut akan dengan ketinggian dibalut berjalan
diatas kaca. “Saya yakin kedepannya kalau sudah dibuka sarana rekreasi baru
akan berimbas positif terhadap tingkat kunjungan wisatawan dan perkembangan
perekonomian warga sekitarnya. “Ujarnya.

“Batu Angkruk akan menjadi wahana yang akan mempunyai daya tarik baru, kreatifitas dan jeli dalam melihat peluang serta potensi pasar, termasuk tren pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.

BACA JUGA : “ROAD BIKE” HUTAN TAMAN NASIONAL WASUR MERAUKE PAPUA

Keunggulan dari jembatan kaca berukuran 18.6 x 2.3 meter
persegi tersebut adalah para pengunjung dapat menikmati keindahan sunset dan
sunrise secara leluasa, meski untuk naik ke atasnya jumlah maksimal yang
diperbolehkan hanya 10 orang. “Pungkasnya.