Rabu, 23 September 2026
TABLOID NUSANTARA
BENCANA ALAM

PER 19 MEI 2020 KASUS POSITIF COVID-19 DI INDONESIA 18.496 ORANG, PEMERINTAH YAKINKAN BELUM ADA OBAT DAN VAKSIN CEGAH COVID-19

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Pemerintah lewat Juru Bicara Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan kembali perkembangan penyebaran virus corona di Indonesia per hari Selasa 19 Mei 2020. Menurut Yuri, sampai hari ini jumlah spesimen yang telah diperiksa menggunakan polymerase chain reaction PCR dan Tes Cepat Molekuler (TCM) sebanyak 202.936 spesimen. Hasil pemeriksaan tersebut ditemukan kenaikan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 486 orang, sehingga jumlah total kasus posit

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram

JAKARTA,tabloidnusantara.com”. – Pemerintah lewat Juru Bicara Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan kembali perkembangan penyebaran virus corona di Indonesia per hari Selasa 19 Mei 2020. Menurut Yuri, sampai hari ini jumlah spesimen yang telah diperiksa menggunakan polymerase chain reaction PCR dan Tes Cepat Molekuler (TCM) sebanyak 202.936 spesimen. Hasil pemeriksaan tersebut ditemukan kenaikan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 486 orang, sehingga jumlah total kasus positif menjadi 18.496 orang.

“Sembuh meningkat 143 orang sehingga jumlah total pasien sembuh menjadi 4.467 orang, kasus meninggal naik 30 orang sehingga jumlah total kasus kematian menjadi 1.221 orang. Sudah 390 kota/kabupaten dari 34 provinsi sudah terdampak,” jelas Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Selasa (18/5) sore.

Selanjutnya
Yuri menjelaskan bahwa hari ini kasus orang dalam pemantauan (ODP) yang masih
dipantau sebanyak 45.300 orang, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) yang
masih terus diawasi adalah sebanyak 11.891 orang. “Kita berharap bahwa segaera
dapat diselesaikan pemeriksaan laboratoriumnya untuk memastikan apakah
terkonfirmasi positif atau bukan,” tegas Yuri.  

Infografis Covid-19 Indonesia 19 Mei 2020. Sumber Gambar covid19.go.id

Dari
data tersebut menurut Yuri, secara garis besar penularan masih terjadi. Yuri
berharap dengan kepatuhan masyarakat terhadap segala anjuran pemerintah yang
terkait dengan pengendalian Covid-19 ini atau kesungguhan masyarakat untuk
menjalankan era norma normal yang baru, maka angka ini akan bisa kita tekan
danturunkan kemudian menjadi hilang.

Yuri
menegaskan bahwa dampak Covid-19 tidak hanya kelompok masyarakat saja, namun
tenaga kesehatan juga banyak terdampak Covid-19 ini. Kerjasama secara serentak
dan terus menerus adalah merupakan komitmen yang kuat untuk menurunkan kasus
Covid-19. “Jangan segan-segan untuk saling mengingatkan, mengingatkan demi
kebaikan,” tegas Yuri.

Sebelumnya
Achmad Yurianto menegaskan bahwa penelitian yang dilaksanakan para pakar di seluruh
dunia terkait dengan virus corona yang nantinya akan menuju ke arah obatnya dan
vaksinnya sampai saat ini belum selesai. “Masih belum ada satupun obat atau
vaksin yang digunakan sebagai standar dunia dalam rangka untuk menangani,
mencegah maupun mengobati penyakit ini,” tegas Yuri.

“Oleh
karena itu maka dalam kondisi seperti ini maka yang paling baik adalah mencegah
terjadinya penularan dengan memutus rantai penularan,” lanjut Yuri. Dijelaskan
juga oleh Yuri bahwa pemerintah tidak akan melaksanakan relaksasi untuk PSBB
bagi daerah yang memberlakukannya dan tetap konsisten dengan melaksanakan
protokol kesehatan.

Informasi
tiga daerah dengan kasus positif terbanyak adalah, DKI Jakarta dengan kasus
positif 6.155 orang, sementara jumlah pasien sembuh 1.329 orang dan kasus
kematian berjumlah 470 orang. Jawa Timur menjadi provinsi terbanyak kedua
dengan kasus positif berjumlah 2.377 orang, sedangkan pasien sembuh berjumlah
375 orang dan kasus meninggal berjumlah 222 orang. Sedangkan di posisi
terbanyak ketiga adalah Provinsi Jawa Barat dengan kasus positif berjumlah
1.700 orang, sedangkan pasien sembuh berjumlah 411 orang dan kasus meninggal
berjumlah 124 orang.

Sumber
Berita : covid19.go.id