YONIF MEKANIS 521DY BANGUNKAN RUMAH KEPALA SUKU MARIN BAPAK DOMINGGUS NGARU MAIWA

0
215
Letkol Inf. Andi A. Wibowo S.Sos.M.I.Pol Bersama Keluarga Besar kepala suku Marin Bapak Dominggus Ngaru Maiwa

“Terima Kasih Bapak Tni Saya Punya Rumah Baru” Bapak Dominggus, Sama Sekali Tidak Menyangka Akan Mendapatkan Sebuah Rumah Yang Layak Huni Dari Personil Satgas Yonif Mekanis 521/DY

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 521/DY dibawah pimpinan Letkol Inf. Andi A. Wibowo S.Sos.M.I.Pol membuat rumah baru untuk kepala suku Marin Bapak Dominggus Ngaru Maiwa (50) yang tinggal di bivak dekat dari pos Yakyu. Pos yakyu ini terletak di garis perbatasan antara RI-PNG yang belum teraliri listrik dan belum mengenal kemajuan teknologi seperti sekarang ini serta warga hanya berharap kepada pos Satgas 521. Sebagian besar mata pencaharian warga yakyu adalah berburu dan menangkap ikan.

Oleh sebab itu Dansatgas ingin membantu dengan tulus dan ikhlas kepada masyarakat melalui pembangunan rumah-rumah layak huni. Sampai saat ini sudah 2 rumah yang di buatkan oleh Satgas 521 dan akan membuatkan rumah layak huni selanjutnya.

Kepala suku Marin Bapak Dominggus, sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan sebuah rumah yang layak huni dari personil Satgas Yonif Mekanis 521/DY.

Pembangunan rumah untuk kepala suku ini terwujud setelah personil satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 521/DY mendapatkan perintah langsung dari Dansatgas Letkol Inf. Andi A. Wibowo S.Sos.M.I.Pol di kampung Yakyu, Merauke.

Selama proses pembangunan berlangsung, Bapak empat orang anak ini selalu ikut membantu anggota TNI yang bekerja membuatkannya rumah. Tak jarang, kepala suku ini sesekali memeluk prajurit satgas pos Yakyu sebagai rasa syukur dan terimakasihnya.

Sebelumnya, kepala suku bersama empat orang anaknya, hanya menempati bivak yang tidak ada dindingnya/penutupnya dan dapat dikategorikan rumah tidak layak huni.

Sementara kemiskinan yang melanda, membuat mereka hanya berprofesi sebagai pencari ikan dan berburu di hutan dengan penghasilan yang tak menentu. Sudah pasti, merekapun hanya bisa berangan angan memiliki rumah layak huni dan hanya sebatas mimpi yang sulit untuk mereka wujudkan.

Pembuatan rumah ini dibuat selama 2 minggu oleh personil satgas dan warga setempat, untuk mendapatkan bahan bangunannya seperti kayu, paku dan seng dengan cara mengirim satu-persatu bahan bangunan dengan menggunakan perahu ketinting yang ditempuh dari pos rawa biru kurang lebih 2 jam perjalanan.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada personil Satgas 521 Pos Yakyu yang telah membuatkan rumah layak huni bagi kami. Ujar Kepala Suku”.

Tinggalkan Balasan