WASPADA, KAMIS 9 APRIL 2020 TERJADI PENAMBAHAN TERTINGGI 337 KASUS POSITIF COVID-19 DARI JUMLAH TOTAL 3.293 KASUS

0
556
Achmad Yurianto, Sumber Gambar Kompas TV
Achmad Yurianto, Sumber Gambar Kompas TV

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan bahwa pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia menjadi 3.293 kasus, terhitung mulai hari Rabu 8 April 2020 pukul 12.00 WIB sampai dengan hari Kamis 9 April 2020 pukul 12.00 WIB. “Terdapat penambahan kasus baru sebanyak 337 sehingga jumlah total menjadi 3.293,” kata Yuri saat menggelar konferensi pers, di gedung  BNPB, Jakarta, Selasa (7/4) sore.

“Sedangkan untuk jumlah kasus meninggal bertambah 40 orang sehingga total kasus meninggal mencapai 280 kasus dan jumlah kasus sembuh bertambah 30 pasien sehingga total kasus sembuh menjadi 252 kasus,” lanjut Yuri.

Sampai hari ini DKI Jakarta menjadi episentrum terbesar di Indonesia dengan jumlah kasus positif mencapai 1.706 pasien, diikuti Jawa Barat sejumlah 376 pasien, Jawa Timur sejumlah 223 pasien, Banten  sejumlah 218 pasien dan Jawa Tengah sejumlah 144 pasien. Dari 34 provinsi di Indonesia per 9 April 2020 tercatat 33 provinsi sudah melaporkan adanya penyebaran di daerahnya masing-masing. Hanya Provinsi Gorontalo yang sampai sekarang belum melaporkan memiliki kasus poistif Corona. Untuk NTT hari ini untuk pertama kalinya terkonfirmasi 1 kasus positif.

Data Infografis Covid-19 Di Indonesia. Sumber Gambar Covid19.go.id

“Gambaran ini sangat menyedihkan untuk kita karena kita tahu bahwa penularan di luar masih berlangsung. Data yang kita himpun hari ini kurang lebih menggambarkan kondisi masyarakat di seminggu yang lalu,” terang Yuri. Mengantisipasi penyebaran virus yang semakin meluas, Yuri pun meminta masyarakat disiplin mengenakan masker kain, menjaga jarak dua meter, cuci tangan menggunakan sabun, tetap berada di rumah selain urusan penting, hingga tidak melaksanakan pergi kemanapun termasuk mudik.  Mengingat kurang dari sebulan lagi akan masuk Ramadhan dan Lebaran. Dikhawatirkan gelombang mudik ini memicu meluasnya penularan corona.

Pemerintah juga terus mempercepat penanganan corona lewat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Setiap daerah bisa mengajukan PSBB ke Menkes Terawan Agus Putranto. DKI Jakarta akan menerapkan PSBB pada Jumat (10/4), setelah Terawan memutuskan DKI berstatus PSBB. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020.  Dalam PP tersebut disebutkan pembatasan yang bisa dilakukan pemda meliputi; peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

Disebutkan pula pelaksanaan tersebut harus mempertimbangkan kebutuhan pendidikan, produktivitas kerja, dan ibadah penduduk. Tak hanya itu, pemberlakuan PSBB harus memperhatikan kebutuhan dasar penduduk.

Sumber Berita covid19.go.id, kemkes.go.id, Kompas TV dan tirto.id

Tinggalkan Balasan