UPDATE COVID-19 DI INDONESIA 21 APRIL 2020, POSITIF 7.135, SEMBUH 842 DAN MENINGGAL 616

0
121
Achmad Yurianto. Sumber Gambar Kompas TV
Achmad Yurianto. Sumber Gambar Kompas TV

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. – Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di gedung BNPB Jakarta, mengatakan bahwa update hingga Selasa (21/4) pukul 12.00 WIB terdapat penambahan 375 kasus positif, sehingga total menjadi 7.135 kasus. Sementara untuk jumlah yang meninggal bertambah 26 orang sehingga jumlah total menjadi  616 orang. Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 95 orang sehingga jumlah total menjadi 842 orang.

Dalam konferensi pers itu Achmad Yurianto juga menyampaikan bahwa laboratorium yang beroperasional untuk pemeriksaan menggunakan PCR sampai saat ini berjumlah 37 laboratorium. Namun beberapa laboratorium hari ini tidak beroperasi karena kekurangan reagen. “Dalam waktu dekat, bahkan hari ini kekurangan reagen akan segera dipenuhi, sehingga semuanya akan beroperasi secara maksimal”, kata Yuri.

Dilaporkan oleh Yuri juga bahwa spesimen yang diperiksa sudah mencapai 503.701, sedangkan kasus yang diperiksa sebanyak 46.173 orang. Hasil positif dari pemeriksaan ini didapatkan 7.135 dan negatif sejumlah 39.038 orang. “Dari pemeriksaan di laboratorium berdasarkan jumlah pasien, maka akumulasi data pasien yang dapat himpun dari seluruh dinas kesehatan provinsi, didapatkan 186.330 orang dalam status ODP, sedangkan PDP sebanyak 16.763 orang dan data ini adalah akumulatif dan sebagian sudah selesai dipantau.,” ujar Achmad Yurianto, Selasa (21/4) sore.

Jumlah Terpapar Covid-19 Di Indonesia. Sumber Gambar Kompas TV

Dilaporkan juga bahwa kasus positif Covid-19 di Indonesia terbanyak ada di DKI Jakarta, yaitu 3.097 kasus kemudian Jawa Barat dengan 747 kasus, Jawa Timur dengan 603 kasus, Jawa Tengah 449 kasus dan Sulawesi Selatan 374 kasus. Sementara kasus meninggal terbanyak juga berada di DKI Jakarta dengan 287 orang meninggal, Jawa Barat dengan 62 orang meninggal dan Jawa Timur dengan 56 orang meninggal. Sedangkan kasus sembuh, paling banyak juga di DKI yaitu 230 orang sembuh, Jawa Timur terdapat 100 orang sembuh dan Sulawesi Selatan terdapat 73 orang yang sembuh.

Sebelumnya juru bicara pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengunkapkan bahwa setidaknya sampai saat ini ada dua cara yang dilakukan pemerintah melalui gugus tugas nasional dalam menelusuri sumber penularan Covid-19. Pertama, kata Yurianto, adalah dengan memantau orang-orang yang masuk ke wilayah episentrum penyebaran virus tersebut, baik dalam maupun luar negeri. “Kami imbau mereka yang dari episenter tersebut sadari diri, meskipun tak ada keluhan apapun, karena semua memiliki potensi membawa virus ini. Hendaklah laksanakan isolasi diri selama 14 hari dengan tetap di rumah,” kata Yuri.

Kemudian cara kedua, menelusuri kontak dari para pasien yang telah dinyatakan positif terjangkit Covid-19. “Kedua lakukan penelusuran kontak dari pasien yang positif, yang dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri, langkah keberhasilan usaha ini juga tergantung pada peran serta masyarakat dalam bekerjasama,” ujar Yurianto.

Tak hanya menelusuri sumber penularan, pemerintah juga melakukan beberapa pencegahan untuk memangkas penyebaran penyakit yang menyerang saluran pernapasan tersebut. Langkah pencegahan pertama yaitu dengan tetap tinggal di rumah. “Kita tak pernah tahu siapa orang di luar rumah yang membawa virus. Banyak orang tanpa gangguan yang tak bisa dibedakan mata biasa. Gunakan masker jika terpaksa ke luar rumah, batasi waktu di luar rumah, jangan naik kendaraan umum yang penuh dan sesak.  Bila beli makanan di luar , makanlah di rumah, usahakan gunakan saja jasa pengantaran, namun apabila terpaksa keluar, cepatlah kembali kerumah, lepas masker, segera cuci tangan dan ganti masker baru,” ujar Yurianto.

Sumber Berita : nasional.kontan.co.id dan Kompas TV

Tinggalkan Balasan