LAKUKAN TRACING AGRESIF, TOTAL POSITIF COVID-19 TEMBUS 60.695

0
86
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/
Achmad Yurianto. Sumber Gambar https://covid19.go.id/

JAKARTA, “tabloidnusantara.com”. Penambahan kasus positif Covid-19 di tanah air, masih berada diatas 1000-an. Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan adanya penambahan kasus positif sebanyak 1.301 orang, sehingga jumlah total kasus positif Covid-19 sampai hari ini menjadi 60.695 orang.

Menurut Yuri jumlah total positif tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 22.281 dan total akumulasi yang telah diuji menjadi 871.436. Uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 144 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 112 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 277 laboratorium.

“Banyaknya kasus baru yang ditemukan saat ini diakibatkan dari tracing yang semakin agresif yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Daerah yang disertai dengan testing yang masif dari tracing yang kita dapatkan,” terang Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Jumat (3/7) sore.

Sebaran Covid-19

Yuri menjelaskan bahwa angka yang didapat menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 tidak tersebar merata di seluruh Indonesia. Beberapa wilayah memiliki kasus penambahan yang tinggi, sehingga jumlah total positifnya tinggi, namun ada beberapa wilayah yang kasus sembuh lebih banyak dari penambahan kasus positif. Bahkan terdapat wilayah yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif.

“Kalau kita perhatikan dari distribusi, dari penambahan kasus ini, Jawa Timur hari ini melaporkan kasus baru terkonfirmasi sebanyak 353 orang, dan kemudian juga melaporkan kasus sembuh sebanyak 247 orang. Kemudian, Sulawesi Selatan hari ini melaporkan kasus baru terkonfirmasi sebanyak 180 orang dan melaporkan juga 41 kasus sembuh. DKI Jakarta hari ini melaporkan 140 kasus terkonfirmasi positif dan sembuh 238 orang. Jawa Tengah melaporkan 134 kasus positif dan 50 sembuh. Kalimantan Selatan melaporkan 110 kasus positif dan 28 sembuh,” terang Yuri.

Sejumlah 452 kota/kabupaten dari 34 provinsi di Indonesia sudah terdampak. Namun dari 34 provinsi tersebut, terdapat 16 provinsi yang hari ini melaporkan penambahan kasus positifnya di bawah 10, bahkan ada 6 provinsi yang hari ini melaporkan tidak ada penambahan kasus positif baru.

Kemudian beberapa provinsi yang melaporkan kasus sembuh lebih banyak dari kasus positif meliputi Nusa Tenggara Barat 23 kasus baru dan 25 orang sembuh, Banten 21 kasus baru dan 54 sembuh, Maluku 7 kasus baru dan 9 sembuh, Riau 4 kasus baru dan 12 sembuh, Kepulauan Riau 3 kasus baru dan 4 sembuh, Kalimantan Barat tidak ada kasus baru 6 sembuh, Kalimantan Utara tidak ada kasus baru dilaporkan 6 sembuh, Sulawesi Tengah tidak ada penambahan kasus baru dan 1 sembuh.

Dari data yang dapat dihimpun Gugus Tugas, penambahan pasien sembuh bertambah 901 orang sehingga jumlah total kasus pasien sembuh menjadi 27.568 orang. “Kalau diperhatikan persentase nasional sembuh sebesar 42 persen, namun ada 13 provinsi yang memiliki persentase sembuh diatas 70 persen dan akan semakin naik,” jelas Yuri.

Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 49 orang sehingga jumlah total kasus meninggal menjadi 3.036 orang. Sementara itu Gugus Tugas masih melaksanakan pemantauan secara terus menerus terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 40.778 orang dan melaksanakan pengawasan secara ketat terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 13.359 orang.

Produktif dan Aman

Yuri mengingatkan bahwa saat ini sudah waktunya kembali untuk beraktivitas tetapi orientasi aktivitasnya adalah aktivitas yang produktif. “Oleh karena itu kami berharap, apabila aktivitas tersebut tidak berkaitan dengan produktifitas kita sebaiknya di tunda. Karena kita tidak pernah tahu bahwa lingkungan diluar rumah kemungkinan ada kasus positif yang ada di tengah-tengah kita. Inilah yang akan menjadi sumber penularan bagi kita,” tegas Yuri mengingatkan.

“Apabila kita melakukan aktivitas yang produktifpun harus dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah kita tentukan. Mari melindungi diri kita, menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan air yang mengalir, ini adalah bagian yang terpenting,” kata Yuri melanjutkan.

Sumber Berita: https://covid19.go.id/

Tinggalkan Balasan