TNI PERKETAT PINTU LINTAS BATAS PAPUA, MASA PANDEMI COVID-19 (PSBB)

0
101
Patroli Lintas Batas, Satgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, perketat pelintas batas di perbasan Papua-PNG

PAPUA, “tabloidnusantara.com” – Satgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, Pos Waris perketat situasi di perbatasan dengan melaksanakan pemeriksaan kepada masyarakat yang melintasi daerah perbatasan tepatnya di Pintu Lintas Batas Kampung Paitenda, Distrik Waris.

Seperti halnya yang disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, Letkol Inf Ary Sutrisno dalam release tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua. Kamis (04/6/2020)

BACA JUGA : KASDAM XVII/CENDERAWASIH AJAK HKJM (HIMPUNAN KERUKUNAN JAWA-MADURA) IKUT DALAM PENANGANAN COVID-19 DI PAPUA

Selama peristiwa Covid-19, dengan diterapkannya aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar ( PSBB ), tentunya membuat masyarakat baik yang berada diperkotaan maupun yang berada di daerah pelosok menjadi lebih banyak sering di rumahnya masing-masing.

Hal ini juga berlaku di daerah perbatasan seperti di Kampung Paitenda yang memiliki Pintu Lintas Batas Tradisional yang bahkan mengambil kebijakan untuk sementara membatasi adanya kegiatan perlintasan dari RI menuju PNG maupun sebaliknya.

Menindak lanjuti kebijakan kampung tersebut, Pos Waris yang merupakan Pos yang terdekat dari Pintu Lintas Batas tersebut mengadakan pengecekan bagi pelintas batas yang ada, dalam hal ini personel dari Pos Waris akan memeriksa barang-barang bawaan dan menanyai tujuan orang tersebut serta mempertimbangkan apakah pelintas batas tersebut boleh atau tidak untuk melintas.

Pada kegiatan pemeriksaan di pintu lintas batas tradisional hanya ditemui 1 pelintas batas yang menuju ke PNG guna mengambil hasil kebunnya yang berada disekitar daerah perbatasan.

Dengan sedikitnya jumlah pelintas batas tersebut menunjukan bahwa masyarakat benar-benar antusias dalam menghadapi kejadian Covid-19 tersebut.

BACA JUGA : PANGDAM CENDERAWASIH PIMPIN SERTIJAB DANREM 173/PVB DAN LEPAS 5 PEJABAT KODAM YANG LULUS SESKO TNI

Tentunya dengan adanya pemeriksaan di daerah perbatasan ini akan membuat warga berpikir dua kali untuk melintasi daerah perbatasan karena dalam pemeriksaan ini personel TNI akan mempertimbangkan kepentingan dari pelintas batas apakah diperbolehkan atau harus kembali kerumahnya.

Berlangsungnya kegiatan pemeriksaan tersebut Bapak Carolus Meho (30) yang merupakan salah satu masyarakat yang diperiksa pada kegiatan pemeriksaan kali ini menyampaikan sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memang sangat harus dilakukan. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkala.

Tinggalkan Balasan